Polisi Periksa Ahli Bahasa dan ITE di Kasus Video Porno Mirip Gisel

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi film porno.[Daily Mail]

    Ilustrasi film porno.[Daily Mail]

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya memeriksa Febriyanto Dunggio, pelapor kasus video porno mirip penyanyi Gisella Anastasia alias Gisel pada hari ini. Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus mengatakan tim penyidik juga meminta pendapat beberapa ahli bahasa da ahli ITE terkait kasus tersebut pada Selasa pagi. 

    "Akan ada ahli lainnya yang akan kami undang untuk dimintai keterangannya, seperti saksi ITE," ujar Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 10 November 2020. 

    Yusri menjelaskan prosedur pemeriksaan yang sama juga akan dilakukan terhadap kasus video porno mirip artis Jessica Iskandar. Apa lagi kedua kasus penyebaran video porno mirip selebritas ini dilaporkan oleh orang sama. 

    "Ini masih kami dalami semuanya, mudah-mudahan segera kami klarifikasi beberapa saksi ahli dan menemukan alat bukti lain," kata Yusri. 

    Video porno mirip Jessica Iskandar ini sebelumnya tersebar di media sosial Twitter. Tagar #Jedar, yang merupakan singkatan dari nama artis tersebut, sempat trending. 

    Sebelumnya juga, masyarakat juga digegerkan dengan munculnya sebuah video porno yang pemainnya mirip dengan mantan istri Gading Marten, Gisella Anastasia alias Gisel. Video itu bahkan sempat membuat nama Gisella menjadi trending topic di Twitter dengan tagar #Gisel. 

    Baca juga: Polisi Cari Identitas Penyebar Video Porno Mirip Gisel, 3 Akun Sudah Dihapus

    Total ada 8 akun media sosial Twitter yang dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Akun penyebar video porno mirip Gisel itu diduga melanggar Pasal 45 juncto Pasal 27 Ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 4 Ayat 1 juncto Pasal 6 Juncto Pasal 29 Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.