Rute LRT Velodrome-Dukuh Atas Mau Diubah, Wagub DKI Sebut Masih Dalam Kajian

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian kereta LRT yang terparkir di Stasiun Light Rapid Transit Jabodebek di kawasan Cibubur, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Hingga Mei 2020 pembangunan LRT Jabodebek yang masih berjalan telah 71,2%. Untuk rincian progress pada setiap lintas pelayanannya yakni Lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur 85,7%, Lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 65,9%, dan Lintas layanan 3 Cawang-Bekasi Timur 64,8%. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Rangkaian kereta LRT yang terparkir di Stasiun Light Rapid Transit Jabodebek di kawasan Cibubur, Jakarta, Jumat, 18 September 2020. Hingga Mei 2020 pembangunan LRT Jabodebek yang masih berjalan telah 71,2%. Untuk rincian progress pada setiap lintas pelayanannya yakni Lintas pelayanan 1 Cawang-Cibubur 85,7%, Lintas pelayanan 2 Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 65,9%, dan Lintas layanan 3 Cawang-Bekasi Timur 64,8%. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Wakil Gubernur disingkat Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan pemerintah belum memutuskan dua rute LRT Jakarta, yang tengah dikaji.

    Dua rute LRT tersebut terbentang dari Kelapa Gading-Velodrome-Dukuh Atas dan Jakarta Internasional Stadium-Klender.

    "Semua dalam kajian," kata Riza di Balai Kota DKI, Selasa, 10 November 2020. Menurut Politikus Gerindra itu, Pemerintah DKI belum memutuskan untuk menghapus rute Velodrome-Dukuh Atas seperti itu yang berkembang. Ia berujar rute ke jantung kota itu masih tetap dibutuhkan. "Jadi masalahnya adalah mana yang jadi prioritas."

    Baca juga : Rencana PA 212 Reuni di Monas Setelah Rizieq Shihab Pulang, Wagub DKI: Belum Tahu

    Pemerintah, kata dia, masih mengkaji semua rute tersebut dan belum ada yang diputuskan. Pemerintah bakal mengumumkan setelah kajian selesai dan dibahas dengan semua instansi termasuk pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Perhubungan. "Semua proses didiskusikan," ujarnya.

    Anggota Fraksi Partai Solidaritas Indonesia atau PSI DPRD DKI Jakarta Eneng Malianasari, mempertanyakan langkah Gubernur Anies Baswedan yang menghapus rute Light Rapid Transit (LRT) Velodrome Rawamangun-Dukuh Atas.

    Menurut Eneng, rute LRT sebelumnya sudah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 5 tahun 2018 tentang Rencana Induk Transportasi Jabodetabek tahun 2018-2029.

    Dalam Perpres nomor 56 tahun 2018, proyek LRT Jakarta masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN). “Kami minta Pemprov DKI jangan menjegal Proyek Strategis Nasional yang telah digariskan oleh Presiden Jokowi," kata Eneng dalam keterangan tertulisnya, Senin, 9 November 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM, Polda Metro Jaya Tutup 10 Ruas Jalan Akibat Lonjakan Kasus Covid-19

    Polisi menutup 10 ruas jalan di sejumlah kawasan DKI Jakarta. Penutupan dilakukan akibat banyak pelanggaran protokol kesehatan saat PPKM berlangsung.