Rabu Pagi Ekspedisi Ciliwung Menuju Pintu Air Manggarai, Bima Arya Berharap Ini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Peserta Ekspedisi Ciliwung menyusuri Sungai Ciliwung di kawasan Katulampa, Bogor (18/1). Ekspedisi yang melibatkan kalangan wartawan dan pecinta alam  tersebut bertujuan mengetahui kondisi Sungai Ciliwung.TEMPO/Arie Basuki

    Peserta Ekspedisi Ciliwung menyusuri Sungai Ciliwung di kawasan Katulampa, Bogor (18/1). Ekspedisi yang melibatkan kalangan wartawan dan pecinta alam tersebut bertujuan mengetahui kondisi Sungai Ciliwung.TEMPO/Arie Basuki

    TEMPO.CO, Bogor -Wali Kota Bogor Bima Arya berharap kegiatan Ekspedisi Ciliwung dari Kota Bogor ke Manggarai Jakarta Selatan mendapat perhatian dari Presiden Joko Widodo untuk memperhatikan persoalan Sungai Ciliwung yang mengalir dari Bogor ke Jakarta.

    Bima Arya Sugiarto bersama Komunitas Peduli Ciliwung dan beberapa lembaga lainnya melakukan Ekspedisi Ciliwung, yakni menyusuri Sungai Ciliwung sekitar 75 km dari Sukaresmi Kota Bogor pada Selasa hingga ke Pintu Air Manggarai di Jakarta Selatan pada Rabu hari ini, 11 November 2020.

    Menurut Bima Arya, Ekspedisi Ciliwung ini tujuannya adalah bentuk komitmen dalam mendukung upaya penyelamatan sungai dan untuk pemetaan persoalan Ciliwung.

    "Sungai Ciliwung ini mengalir dari Bogor ke Jakarta, sehingga persoalan Ciliwung bukan hanya menjadi urusan Bogor atau urusan Jakarta, tapi menjadi urusan bersama," katanya.

    Dalam Tim Ekspedisi Ciliwung ada Dinas Permukim Kota Bogor, Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), Satgas Ciliwung, dan BPBD Kota Bogor yang melakukan pemetaan Ciliwung berdasarkan koordinatnya.

    "Hasilnya akan direkapitulasi untuk disampaikan kepada otoritasnya. Ada Pemkab Bogor, Pemkot Depok, Gubernur DKI Jakarta, kementerian, dan kami juga ingin meminta perhatian dari Bapak Presiden," katanya.

    Baca juga : Bima Arya Susur Sungai Ciliwung dari Bogor Hingga Manggarai

    Menurut Bima, Presiden Joko Widodo atau Jokowi sebelumnya sudah mengkampanyekan Sungai Citarum. Bima Arya ingin agar Presiden juga memberikan perhatian kepada Sungai Ciliwung.

    "Kami harapkan, perhatian itu bukan sebatas kebersihan tapi juga keselamatan. Jangan sampai ada tumpukan sampai di badan sungai, pencemaran, dan bangunan liar di tepi sungai. Karena yang rugi adalah semua daerah yang dilintasi, terutama Jakarta," katanya.

    Bima menambahkan, Ekspedisi Ciliwung ini juga sebagai refleksi peringatan Hari Pahlawan, untuk mengajak lebih banyak orang lagi peduli dan sadar terhadap pentingnya ekologi dan fungsi Sungai Ciliwung.

    Bima Arya bersama rombongan memulai Ekspedisi Ciliwung menggunakan perahu karet dari Sungai Ciliwung di Kelurahan Sukaresmi Kota Bogor, Selasa, menyusuri Kota Bogor, Kabupaten Bogor, dan Kota Depok.

    Tim Ekspedisi beristirahat di Kota Depok pada Selasa malam, kemudian melanjutkan lagi ekspedisi dari Kota Depok, Rabu pagi ini, menuju ke Pintu Air Manggarai Jakarta Selatan.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.