Ketua Pansus Banjir Jakarta Kritik DKI Baru Serius Tangani Banjir Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Sejumlah anak bermain air saat banjir melanda kawasan permukiman di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Oktober 2020. Banjir tersebut terjadi akibat meluapnya Kali Krukut. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, JakartaWakil Ketua DPRD DKI Zita Anjani menilai pemerintah provinsi DKI baru serius menangani banjir Jakarta pada tahun 2021. Hal itu terlihat dari postur anggaran penanganan banjir yang mayoritas dianggarkan untuk pembangunan infrastruktur.

    “Mungkin Pemprov akhirnya sadar dan belajar dari banjir 2020 awal tahun,” kata dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 November 2020. 

    Zita mengatakan, karena pembangunan infrastruktur baru dianggarkan tahun 2021, dampak pengurangan banjir baru dapat dirasakan setidaknya 2-3 tahun mendatang.

    Ketua Pansus Banjir Jakarta itu meminta Pemprov DKI Jakarta menjelaskan hal tersebut kepada warga Ibu Kota. Tujuannya supaya warga dapat mengantisipasi banjir dari jauh hari manakala hujan datang. 

    Menurut Zita, anggaran penanganan banjir memang harus difokuskan ke pembangunan infrastruktur. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penampungan air.

    Pada saat ini kapasitas daya tampung debit air sungai Ibu Kota hanya 950 m3 per detik. “Sedangkan rata-rata banjir tahunan debit airnya mencapai 2.100-2.650 m3 per detik. Bahkan awal 2020 mencapai 3.389 m3 per detik,” kata Ketua Pansus Banjir itu. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.