Bus PPD dari Serpong ke Stasiun MRT Lebak Bulus Dapat Angkut Sepeda Lipat

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Komunitas sepeda lipat yang tergabung dari Brompton Monas Cyclists tengah mencoba menggunakan moda transportasi TransJakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Transjakarta membuka empat rute untuk melayani layanan integrasi MRT agar memudahkan warga yang ingin menaiki ujicoba MRT langsung dilayani sehingga tidak menumpuk di satu lokasi. Tempo/Tony Hartawan

    Komunitas sepeda lipat yang tergabung dari Brompton Monas Cyclists tengah mencoba menggunakan moda transportasi TransJakarta di Stasiun Bundaran HI, Jakarta, Sabtu 16 Maret 2019. Transjakarta membuka empat rute untuk melayani layanan integrasi MRT agar memudahkan warga yang ingin menaiki ujicoba MRT langsung dilayani sehingga tidak menumpuk di satu lokasi. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bus Perum Perusahaan Pengangkutan Djakarta atau Perum PPD yang melayani penumpang dari Serpong menuju stasiun moda raya terpadu (MRT) Lebak Bulus Grab, Jakarta Selatan dapat mengangkut sepeda lipat.

    "Pesepeda lipat juga boleh menggunakan bus ini," kata Direktur Utama Perum PPD Pande Putu Yasa dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 11 November 2020.

    Baca Juga: BPTJ Sediakan Layanan Bagasi Sepeda Lipat di Bus JR Connexion

    Perum PPD telah menyediakan bus dari Scientia Square Park (SQP) dan Summarecon Mall Serpong (SMS) Tangerang, Banten menuju Stasiun Lebak Bulus Grab. Bus berangkat dari SQP menuju SMS dan lanjut ke stasiun pukul 06.00, 07.00, dan 08.00 WIB. Sementara waktu perjalanan dari stasiun ke Serpong pukul 17.00, 18.00, dan 19.20 WIB.

    "Sekali perjalanan pengguna jasa dikenakan tarif Rp 25 ribu," ujar dia.

    PT Mass Rapid Transit Jakarta dan Perum PPD hendak mengembangkan kerja sama ini. Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi dan Direktur Operasional dan Pemasaran Perum PPD Bambang Suryo Sakti telah menandatangani nota kesepahaman pada 11 November 2020.

    Nota kesepahaman itu memuat soal studi pengembangan kerja sama pelayanan transportasi terintegrasi dengan sistem pengumpan atau feeder. Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengutarakan, studi akan mengulas seputar pengembangan pelayanan first dan last mile alias titik awal dan terakhir penumpang transportasi publik.

    Studi ini mencakup tiga aspek. Pertama, pembangunan tempat tunggu bagi pelanggan bus PPD di area stasiun MRT. Kedua, studi mengenai skema penjualan servis bus PPD melalui kanal media komunikasi MRT.

    Ketiga, "Studi skema layanan transportasi terintegrasi multimoda seperti infrastruktur, layanan, dan tiket di luar bus PPD dan MRT Jakarta," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kue Bulan dalam Festival Tengah Musim Gugur atau Mooncake Festival

    Festival Tengah Musim Gugur disebut juga sebagai Festival Kue Bulan atau Mooncake Festival. Simak lima fakta unik tentang kue bulan...