Dinas SDA Antisipasi Banjir: Masih Kurang 2 Ribu Drainase Vertikal

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan turap PHB Poncol, Jakarta, Kamis 12 November 2020. Perbaikan untuk mengantisipasi banjir kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    Petugas Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta melakukan perbaikan turap PHB Poncol, Jakarta, Kamis 12 November 2020. Perbaikan untuk mengantisipasi banjir kawasan tersebut. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -Kepala Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta Juaini mengatakan tengah membangun vertikal drainase untuk mengantisipasi banjir. Targetnya, kata dia, sebanyak 5 ribu vertikal drainase dibuat tahun ini.

    “Kami jalan terus, sekarang perkiraan sudah tiga ribuan,” kata Juaini saat dikonfirmasi wartawan pada Kamis, 12 November 2020.

    Baca Juga: Luapan Kali Ciliwung, Hunian Padat di Kebon Pala Kebanjiran

    Menurut Juaini, pembangunan itu akan dilanjutkan tahun 2021 jika tidak berhasil dirampungkan tahun ini. Dinas SDA, kata dia, rencananya bakal mencari vendor baru yang dapat mengerjakan lebih banyak lagi drainase vertikal. “Jadi, di awal tahun vendor lebih banyak. Kemungkinan juga nanti ada kerja sama hibah dengan masyarakat,” tutur dia.

    Selain itu, dalam persiapan antisipasi banjir, Dinas SDA juga tengah mengeruk 30 waduk di Ibu Kota. Mereka juga telah menyiagakan 178 pompa air, 19 pompa mobile, dan 65 pompa apung manakala dibutuhkan saat banjir. “Ini kondisinya 90 persen sudah diservis. Sisa 10 persen. Lagi kami perbaiki. Pompa mobile juga sama seperti itu,” ucap Juaini.

    Dengan persiapan tersebut, Juaini optimistis jika terjadi banjir lokal di Jakarta akan surut dalam waktu kurang dari enam jam. Namun, kata dia, beda halnya jika banjir tersebut bersifat kiriman atau terjadi di daerah yang kontur tanahnya cekung.

    Banjir, lanjut Juaini, akan surut lebih lama dari 6 jam. “Kalau airnya meluap karena banjir kiriman, tentunya kita makan waktu lagi. Kalau di cekungan kan airnya harus dipompa, tidak bisa mengandalkan gravitasi,” tuturnya


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.