Ada Kerumunan Sambut Rizieq Shihab Menuju Megamendung, Wagub Jabar Bilang Begini

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan jamaah menyambut kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Rizieq ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    Ribuan jamaah menyambut kedatangan Pemimpin FPI Rizieq Shihab di jalur Puncak, Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat 13 November 2020. Kedatangan Rizieq ke Pondok Pesantren (Ponpes) Alam Agrokultural Markaz Syariah DPP FPI, Megamendung, Kabupaten Bogor untuk melaksanakan salat Jumat berjamaah sekaligus peletakan batu pertama pembangunan masjid di Ponpes tersebut. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

    TEMPO.CO, Bogor -Kedatangan Imam Beaar FPI Rizieq Shihab ke pondok pesantren Agrokultural miliknya di Megamendung, Bogor, disambut ribuan simpatisannya.

    Para pengikut Rizieq Shihab memadati jalur Puncak, tepatnya di simpangan pos TMC Gadog hingga simpang Pasir Muncang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Ribuan orang yang memadati jalur Puncak itu pun, terkesan mengabaikan protokol kesehatan seperti adanya yang tidak memakai masker dan tidak ada jarak antara mereka.

    Baca juga : PA 212: Belum Ada Kepastian Anies Baswedan Jadi Saksi Nikah Putri Rizieq Shihab

    Menyikapi hal itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan terabaikannya protokol kesehatan karena saking antusias dan kecintaannya jamaah kepada Rizieq Shihab.

    Sebab itu, Uu menyebut, jamaah melupakan hal lainnya, termasuk menjaga dan menerapkan protokol kesehatan di masa pandemi ini.

    “Dalam satu kaidah mengatakan jika kita fokus terhadap sesuatu maka akan lupa hal lainnya, nah itu yang terjadi kepada pengikutnya saat menyambut Habib Rizieq,” kata Uu kepada Tempo melalui sambungan telepon, Sabtu 14 November 2020.

    Ditanya apakah ada koordinasi dan sosialisasi penerapan protokol Covid-19, Uu menjawab bahwa pihaknya atau Pemerintah baik Daerah, Provinsi atau Pusat sudah enam bulan lalu mensosialisasikan untuk penerapannya.

    Artinya, Uu menyebut penyambutan yang dilakukan oleh jamaah kepada Rizieq, tidak masalah. Namun dia menyayangkan ada hal lain yang terabaikan, yakni protocol kesehatan. “Kita sebagai orang pesantren, memahami antusiasme itu. Tapi tolong, saya menghimbau agar aturan dari pemerintah pun diterapkan,” kata Uu menjelaskan.

    Uu mengatakan kepulangan Rizieq Shihab dengan penjemputan yang sangat ramai itu, bisa diartikan sebagai bentuk persatuan dan kesatuan jamaahnya. Sehingga pihak mana pun harus bisa menghormati dan memahami kondisinya.

    Sebab, menurut Uu, jika mampu saling menghormati satu sama lain dalam perbedaan, niscaya nilai kebersamaan dan persatuan warga, khususnya warga Jawa Barat akan semakin kuat. “Dengan kembalinya beliau ke Indonesia, saya harap masyarakat Indonesia khususnya Jabar semakin kuat kebersamaannya,” demikian Uu.

    M.A MURTADHO


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.