Jakarta Pusat Prioritaskan Pengendali Banjir di 6 Titik, Simak Lokasinya

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta -Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Pusat memprioritaskan penanganan enam titik pengendali banjir di empat kecamatan.

    Yaitu Johar Baru, Tanah Abang, Cempaka Putih, dan Gambir untuk mengantisipasi datangnya musim penghujan.

    "Enam titik itu ada di Kali Sentiong, Johar Baru; Batu Ceper, Gambir; Jati Pinggir, Petamburan, Tanah Abang; Karet Tengsin, Tanah Abang; RSAL Mintoharjo, Bendungan Hilir, Tanah Abang; Utan Kayu, Cempaka Putih," kata Kepala Seksi Pemeliharaan Sudin SDA Jakarta Pusat Glen Santista saat ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Pusat, Senin, 16 November 2020.

    Baca juga : Antisipasi Banjir, Jakarta Utara Keruk Saluran Inlet 4 Tanjung Priok

    Untuk di Johar Baru, Sudin SDA Jakarta Pusat melakukan pengurasan saluran penghubung (PHB) secara rutin di Jalan Kampung Rawa dan Jalan Tanah Tinggi XII serta pembuatan turap di pinggir saluran Kali Sentiong.

    Selanjutnya untuk di Kecamatan Gambir, petugas membuat penyimpanan air yang panjang atau long storage dan juga dapat berfungsi sebagai lokasi peresapan air dengan lebar mulai dari 1 meter hingga 2.5 meter.

    Sementara itu di Kecamatan Tanah Abang petugas disiapkan untuk perbaikan-perbaikan saluran khususnya untuk sodetan di Karet Tengsin. Selain itu untuk penanganan lanjutan, Sudin SDA Jakarta Pusat menambahkan pompa portabel di Jalan Margono.

    "Khusus yang di Tanah Abang kita juga melakukan pengerukan di saluran Banjir Kanal Barat (BKB) yang juga masuk dalam program 'Grebek Lumpur'," kata Glen.

    Terakhir, Sudin SDA Jakarta Pusat melakukan pengerukan saluran di sepanjang jalan Jalan Utan Kayu hingga Rawasari, Cempaka Putih dengan target 2.5 kilometer.

    Saat ini untuk pengerukan di Cempaka Putih sudah diselesaikan sepanjang 1.8 kilometer dan diharapkan selesai pada akhir Desember 2020.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.