Swasta Perlu Dilibatkan untuk Promosi Global Museum Multatuli dan Wisata Baduy

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan berkeliling di Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa, 7 Juli 2020. Permohonan penghapusan wilayah Baduy sebagai tujuan wisata karena Suku Baduy merasa terganggu kedatangan wisatawan yang mencemari lingkungan sekitar. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    Sejumlah wisatawan berkeliling di Desa Kanekes, Lebak, Banten, Selasa, 7 Juli 2020. Permohonan penghapusan wilayah Baduy sebagai tujuan wisata karena Suku Baduy merasa terganggu kedatangan wisatawan yang mencemari lingkungan sekitar. ANTARA/Muhammad Bagus Khoirunas

    TEMPO.CO, Jakarta - Tokoh masyarakat Kabupaten Lebak Agus Wisas menyarankan pemerintah melibatkan swasta untuk memasarkan dan mempromosikan Museum Multatuli dan wisata Baduy agar mendunia.

    "Potensi Museum Multatuli dan Wisata Baduy menjadikan nilai budaya khasanah yang memiliki daya tarik tersendiri dan tidak ada di daerah-daerah lain di Indonesia, terkecuali di Lebak," kata Agus di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Kamis, 19 November 2020.

    Baca Juga: Polda Banten Bongkar Sindikat Pembuat Madu Palsu Baduy

    Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak tentu merasa bangga memiliki Museum Multatuli dan Wisata Baduy. Potensi museum dan wisata masyarakat Baduy mendunia, karena bisa dijadikan kajian penelitian kebudayaan.

    Dimana Museum Multatuli terdapat kisah yang "menggegerkan" dunia dalam buku 'Max Havelaar' yakni Eduard Douwes Dekker atau Multatuli saat Pemerintah Hindia Belanda yang menjabat asisten residen Lebak 22 Januari sampai dengan April 1856 sangat iba melihat nasib buruk warga pribumi.

    Penindasan yang dilakukan penjajah Belanda bertindak sewenang-wenang terhadap kaum bumi putra, mereka diperas oleh para mandor, para demang, dan para bupati.

    Mereka keluarga para kuli tinggal di desa-desa sekitar perkebunan secara melarat dan ditindas dengan diperlakukan tidak manusia oleh para petugas pemerintah setempat.

    Sejarah itu, kata dia, menjadikan bahan kajian dan penelitian karena sebagian besar wilayah Kabupaten Lebak terdapat kawasan perkebunan karet dan kopi. Bahkan, kualitas kopi asli Lebak terbaik, sehingga mereka penjajah dari Eropa masuk ke Lebak, katanya.

    Menurut dia, pemerintah tentu harus berani melibatkan swasta untuk memasarkan dan mempromosikan Museum Multatuli dan Wisata Baduy agar mendunia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dari Alpha sampai Lambda, Sebaran Varian Delta dan Berbagai Varian Covid-19

    WHO bersama CDC telah menetapkan label baru untuk berbagai varian Covid-19 yang tersebar di dunia. Tentu saja, Varian Delta ada dalam pelabelan itu.