Pangdam Jaya Soal Baliho Rizieq Shihab: Sesukanya Ngatur, Emang Dia Siapa?

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Spanduk kepulangan Habib Rizieq Shihab terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu 4 November 2020. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengumumkan akan pulang ke Indonesia. Setibanya di Indonesia, ia berencana bertemu dengan ulama, membangun masjid di Puncak Bogor, hingga menikahkan putrinya. TEMPO/Subekti.

    Spanduk kepulangan Habib Rizieq Shihab terpasang di sekitar kawasan Petamburan, Jakarta, Rabu 4 November 2020. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab mengumumkan akan pulang ke Indonesia. Setibanya di Indonesia, ia berencana bertemu dengan ulama, membangun masjid di Puncak Bogor, hingga menikahkan putrinya. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta - Panglima Kodam atau Pangdam Jaya Mayor Jenderal Dudung Abdurrahman geram dengan pemasangan baliho Rizieq Shihab di Jakarta. Pangdam menilai, Rizieq sudah seenaknya sendiri mengatur.

    "Kok dia sesukanya sendiri ngatur. Emang dia siapa? Habib Rizieq itu siapa dia?" kata Dudung saat dihubungi, Jumat, 20 November 2020.

    Sebuah video viral memperlihatkan sekelompok orang berbadan tegap berseragam loreng mencopot spanduk pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab, di pinggir jalan. Baliho dengan wajah Rizieq bertuliskan "di bawah komando Imam Besar" itu dicopot tak kurang dari satu menit. 

    Dudung mengatakan ada ketentuan yang harus ditaati jika ingin memasang baliho, mulai dari lokasi hingga pembayaran pajak. Nada suaranya tegas, dia menyebut agar FPI dibubarkan.

    "Saya sudah bilang kalau perlu FPI bubarkan saja."

    Menurut Dudung, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta sebelumnya telah menurunkan baliho Rizieq Shihab. Namun, baliho kembali terpasang, sehingga Tentara Nasional Indonesia (TNI) turun tangan.

    Dudung memastikan, dia yang memerintahkan penurunan baliho Rizieq Shihab itu. "Kalau sudah tidak ada yang berani, TNI yang berani," ujar dia.

    Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen TNI Achmad Riad membantah penurunan baliho Rizieq Shihab itu dilakukan anggota TNI.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.