Penumpang KRL Jabodetabek Naik 22 Persen, KCI Imbau Waktu Perjalanan Diatur

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penumpang saat menaiki KRL Commuterline di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Senin, 19 Oktober 2020.  KRL Commuterline akan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga menjelang pukul 24.00 WIB setiap harinya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Penumpang saat menaiki KRL Commuterline di Stasiun Bekasi, Kota Bekasi, Senin, 19 Oktober 2020. KRL Commuterline akan beroperasi mulai pukul 04.00 hingga menjelang pukul 24.00 WIB setiap harinya. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mencatat kenaikan penumpang kereta rel listrik alias KRL Jabodetabek.

    Vice President Corporate Communications KAI Commuter Anne Purba mengatakan 7.283.726 penumpang naik kereta sepanjang 1-19 November 2020.

    Jumlah ini meningkat 22 persen ketimbang periode yang sama bulan lalu. "Dengan rata-rata harian pengguna menyentuh 400 ribu pengguna per hari," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 20 November 2020.

    Baca juga : Soal Sebab KRL Anjlok di Kampung Bandan, KCI: Kami Fokus Evakuasi Dulu

    KAI Commuter mencatat, tingginya jumlah penumpang pukul 05.00-08.00 WIB dan 16.00-20.00 WIB di hari kerja. Di luar waktu ini, stasiun tampak lengang dan tak ada antrean penyekatan penumpang. KAI Commuter mengoperasikan 997 perjalanan kereta pada 04.00-24.00 WIB.

    Anne berharap penumpang mengatur waktu perjalanannya guna menghindari kepadatan di stasiun. Penumpang, lanjut dia, dapat memantau jadwal, posisi real time kereta, dan kondisi antrean stasiun di aplikasi KRL Access.

    Dia juga mengimbau penumpang KRL Jabodetabek terlebih dulu mengisi saldo kartu multi trip (KMT) atau uang elektronik bank sebelum tiba di stasiun. "Sehingga tidak terjadi kepadatan di waktu-waktu tertentu dan tetap mematuhi protokol kesehatan serta ikuti arahan petugas di lapangan," jelas dia.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.