Belajar Tatap Muka Segera Dimulai, KPAI: Hanya 13 Persen Sekolah yang Siap

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka hanya yang diberikan izin oleh wali murid. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Siswa menggunakan masker dan pelindung wajah saat mengikuti pembelajaran tatap muka di SDN 06 Pekayon Jaya, Bekasi, Jawa Barat, Senin, 3 Agustus 2020. Pemerintah setempat telah memberi izin beberapa sekolah percontohan untuk melakukan uji coba pembelajaran tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Siswa yang hadir dalam pembelajaran tatap muka hanya yang diberikan izin oleh wali murid. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Perlindungan Anak Indonesia alias KPAI mengungkap bahwa hanya 13 persen sekolah yang siap untuk menerapkan belajar tatap muka saat pandemi Covid-19.

    Anggota KPAI Jasra Putra mengatakan data tersebut didapatkan dari survei terhadap 30 sekolah sejak Agustus hingga 19 November kemarin.

    "Dari 30 sekolah yang disurvey hanya 13 persen sekolah yang siap. Misal toilet bersih, akses air banyak, pengetahuan, kedisiplinan sekolah, orang tua dan guru," kata Jasra melalui pesan singkatnya, Ahad, 22 November 2020.

    Baca juga : KPAI Minta DKI Tidak Asal Buka Sekolah Tahun Depan

    Ia menuturkan sekolah harus membuat sistem skoring dalam melihat kesiapan sebelum dibuka buat belajar tatap muka. Jika dalam skoring tersebut belum siap, maka sekolah belum boleh dibuka.

    Selain itu, bagi anak yang rumahnya jauh dari sekolah harus diperhatikan alat transportasinya. Transportasi yang digunakan anak ke sekolah harus dipastikan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

    "Begitu pun rute jalan menuju sekolah bisa disediakan akses air bersih," ujarnya. Selain itu, pemerintah mesti memberi perhatian pada pendidikan usia dini. Menurut dia, jika tidak intervensi akan sangat disayangkan anak akan kehilangan periode emasnya.

    "Bagaimana pun anak-anak usia dini wajib tetap mendapatkan pendidikan. Saya berharap jika terjadi pembelajaran tatap muka, kebiasaan baik yang sudah bisa dilakukan di rumah juga harus dipertahankan sekolah."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Daftar Barang Edhy Prabowo yang Disita dan Mereka yang Terseret OTT

    Sejumlah barang disita dalam operasi tangkap tangan KPK terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Total nilainya mencapai miliaran rupiah.