Pertemuan Abu Janda dan Kapolda Metro Jaya yang Baru Dinilai Tidak Tepat Waktu

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis

    Permadi Arya atau Abu Janda. twitter.com/permadiaktivis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengamat politik Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai pertemuan antara Permadi Arya atau Abu Janda dan kawan-kawan dengan Kapolda Metro Jaya yang baru, Inspektur Jenderal Fadil Imran, berlebihan. Alasannya, Abu Janda Cs berseberangan secara politik dengan kubu Rizieq Shihab.

    "Bukan karena kunjungannya yang gak boleh, tapi karena waktunya kurang tepat. Karena bakal dimaknai orang sebagai persaingan, perbedaan politik antara dua pihak ini," kata Ray kepada Tempo, Selasa, 24 November 2020.

    Baca Juga: Abu Janda Cs Dukung Kapolda Metro Jaya Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

    Menurut Ray, Abu Janda dan Kapolda Metro Jaya harusnya bisa memilih waktu yang lebih tepat jika ingin bertemu. Sehingga, kata dia, tidak memancing reaksi dari orang-orang yang berseberangan secara politik.

    "Atau polisi mestinya tidak perlu menerima (Abu Janda Cs), karena ini sebenarnya kritik terhadap mereka, terhadap kelambanan mereka," kata dia.

    Ray menambahkan, munculnya kerumunan di acara-acara Rizieq Shihab merupakan bagian dari kelalaian polisi. Menurut dia, polisi kecolongan.

    "Harusnya gak perlu menunda karena gak ada instruksi dari Satgas Covid-19, gak ada instruksi dari Pemda DKI, pakai hukum biasa saja, karena ada kerumunan yang mengancam warga," ujar Ray.

    Selain itu, kata Ray, polisi harusnya juga merasa dilangkahi oleh TNI dalam perkara penurunan baliho-baliho Rizieq Shihab. Menurut dia, tugas itu mestinya ada pada polisi, yang berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP.

    Ray menganggap ada dua faktor yang menjadi akar tidak profesionalnya polisi. Pertama, polisi memiliki watak dwifungsi, di mana banyak anggotanya yang menduduki jabatan-jabatan politis. Kedua, kata dia, polisi terlalu sibuk mengurusi hal-hal berbau politik.

    "Sehingga pekerjaan lapangan kurang mendapat perhatian," kata dia.

    Senin, 23 November 2020, Abu Janda bersama Muannas Alaidid dan Forum Mubalikh Nusantara menemui Kapolda Metro Jaya. Mereka menyampaikan dukungan untuk Jenderal Mohammad Fadil Imran menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan dalam kerumunan acara Rizieq Shihab di Petamburan.

    "Mudah-mudahan dengan ditunjuknya beliau menjadi Kapolda Metro Jaya itu Jakarta akan menjadi lebih baik, lebih tertib dan lebih disiplin terutama tentang protokoler kesehatan," ujar Juru Bicara Forum Mubalikh Nusantara Muhammad Rofi'i Mukhlis di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 23 November 2020.

    Sementara itu, penyelidikan terkait acara-acara Rizieq Shihab saat ini masih berlangsung di Polda Metro Jaya. Sebelumnya, Inspektur Jenderal Nana Sudjana dicopot dari jabatannya sebagai Kapolda diduga karena imbas ketidaktegasan menindak pelanggar protokol kesehatan di acara-acara yang melibatkan Rizieq Shihab.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.