DKI Temukan 38 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Lurah Petamburan

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar rapid test massal gratis untuk warga di sekitar Kelurahan Petamburan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah warga saat mengikuti rapid test massal di SDN Petamburan 01, Petamburan, Jakarta, Senin, 23 November 2020. Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar rapid test massal gratis untuk warga di sekitar Kelurahan Petamburan. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari mengatakan telah menjaring 38 orang yang positif Covid-19 dari hasil pelacakan klaster Lurah Petamburan Setiyanto.

    "Kami tes swab 185 orang hasil tracing Lurah Petamburan dan yang positif 38 orang," kata Erizon melalui pesan singkatnya, Rabu, 25 November 2020.

    Erizon memastikan Lurah Petamburan Setiyanto terpapar Covid-19 bukan dari acara Maulid Nabi yang digelar di Markas FPI Petamburan pada 14 November 2020. 

    Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat menduga Setiyanto terpapar dari anggota keluarganya.

    Pemerintah DKI, kata dia, belum bisa melacak atau melakukan kontak tracing Covid-19 dari kegiatan akad nikah putri Rizieq Shihab sekaligus Maulid Nabi dua pekan lalu karena belum ada laporan kasus positif dari kegiatan tersebut.

    "Belum ada laporan positif dari kegiatan tersebut. Bagaimana mau ditracing," kata Erizon. 

    Baca juga: Hasil Pelacakan Kontak Erat Lurah Petamburan: 27 Orang Positif Covid-19

    Sebelumnya Camat Tanah Abang Yasin Pasaribu mengatakan, Lurah Petamburan Setiyanto positif Covid-19 bukan karena pengajian Rizieq Shihab pada Sabtu 14 November lalu. "Jadi Pak Lurah positif bukan karena pengajian Maulid, kita tidak boleh suuzan," kata Yasin saat dihubungi Tempo, Kamis, 19 November 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.