Polres Pelabuhan Tanjung Priok Hentikan Kasus Millen Cyrus

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Selebgram Millen Cyrus (tengah) saat mengikuti jumpa pers terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 23 November 2020. Millen ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    Selebgram Millen Cyrus (tengah) saat mengikuti jumpa pers terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba yang menjeratnya di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin, 23 November 2020. Millen ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu. ANTARA/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kasus penyalahgunaan narkoba selebgram Millen Cyrus dihentikan Polres Pelabuhan Tanjung Priok.

    "Mungkin perkaranya bisa dibuka kembali, jika ditemukan fakta baru," kata Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Ajun Komisaris Rezha Rahandhi saat dihubungi di Jakarta, Jumat, 27 November 2020.

    Rezha menyatakan pihaknya tidak lagi menyatakan status tersangka kepada Millen.

    Penghentian kasus Millen Cyrus ini karena hasil asesmen medis dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara merekomendasikan untuk rehabilitasi.

    Selain itu, kata Rezha, dalam proses penyidikan dan gelar perkara, Millen dijerat dengan pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 yang mengamanatkan adanya asesmen bagi penyalaguna narkotika.

    "Masa kita mau paksakan dia pemakai, dia menjual dan menyimpan," ujar Rezha.

    Sebelumnya, Selebgram Millen Cyrus atau Muhammad Millendaru Prakasa (MMP) ditangkap bersama seorang pria lainnya JR di salah satu hotel di Kawasan Ancol, Jakarta Utara pada Ahad, 22 November 2020 dini hari. Polisi menemukan narkoba jenis sabu seberat 0,36 gram saat itu.

    Millen dijerat pasal 127 Ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman paling lama empat tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fatwa MUI Nyatakan Vaksin Covid-19 Sinovac Berstatus Halal, Ini Alasannya

    Keputusan halal untuk vaksin Covid-19 itu diambil setelah sejumlah pengamatan di fasilitas Sinovac berikut pengawasan proses pembuatan secara rinci.