Dirut: RS Ummi Bogor Dipilih karena Punya Riwayat Merawat Rizieq Shihab

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tata memberi keterangan bahwa Rizieq Shihab menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut dengan kondisi kelelahan pada 26 November 2020. TEMPO/M Sidik Permana

    Direktur Utama Rumah Sakit Ummi Andi Tata memberi keterangan bahwa Rizieq Shihab menjalani rawat inap di rumah sakit tersebut dengan kondisi kelelahan pada 26 November 2020. TEMPO/M Sidik Permana

    TEMPO.CO, Bogor - Direktur Utama RS Ummi Andi Tata mengatakan rumah sakitnya dipilih Rizieq Shihab sebagai tempat dirawat karena menjadi rujukan dokter pribadi pemimpin Front Pembela Islam atau FPI itu. RS Ummi juga memiliki riwayat merawat Rizieq sebelumnya.

    Tata membantah jika dirawatnya Rizieq di rumah sakit yang dipimpinnya karena Ummi berkategori syariah. “Bukan, beliau memiliki riwayat di (rumah sakit) kami,” kata Tata di Balai Kota Bogor, Ahad 29 November 2020.

    Rizieq dan istrinya memaksa pulang Sabtu malam, 28 November 2020 setelah dirawat di president suit RS Ummi sejak Kamis, 26 November 2020. Tata menyatakan telah melakukan edukasi agar pasiennya tetap tinggal di rumah sakit hingga ada hasil tes swab.

    “Dengan hormat kami meminta kepada HRS (Habib Rizieq Shihab) agar tetap menjalankan isolasi mandiri,” kata Tata. Namun, Rizieq pulang melalui gudang obat rumah sakit itu.

    Menurut Tata, tes swab atau PCR terhadap Rizieq dilakukan pada Jumat 27 November oleh tim dokter pribadi Rizieq dari MER-C. Hingga kemarin, keluarga Rizieq atau MER-C belum memberikan hasil swab.

    Tata mengatakan, hasil swab Rizieq ditunggu dan diminta Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor sebagai dasar langkah ke depannya. Ia berjanji mengusahakannya. “Jika nanti ada info, hasilnya kami pun sinergikan dengan Pemeritah Kota Bogor,” kata Tata.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Merah Calon Kapolri Listyo Sigit Prabowo saat di Bareskrim

    Sejumlah pihak mempertanyakan keputusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi memilih Komisaris Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai calon Kapolri.