6 Pernyataan Anies Baswedan Setelah Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa, 17 November 2020.  Seperti diketahui sebelumnya, Kepolisian RI telah mengirimkan surat pemanggilan terhadap seluruh pihak yang dinilai bertanggung jawab terkait kerumunan dalam acara Maulid Nabi dan resepsi pernikahan puteri Rizieq Shihab. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tiba di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pada Selasa, 17 November 2020. Seperti diketahui sebelumnya, Kepolisian RI telah mengirimkan surat pemanggilan terhadap seluruh pihak yang dinilai bertanggung jawab terkait kerumunan dalam acara Maulid Nabi dan resepsi pernikahan puteri Rizieq Shihab. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa dirinya positif Covid-19 melalui akun Instagramnya pada Selasa, 1 Desember 2020.

    Dia beralasan mengumumkan kondisinya demi transparansi dan agar orang-orang yang berinteraksi dengan dirinya belakangan ini untuk melakukan tes usap.

    Dalam video yang diunggah itu, Anies menjelaskan bagaimana pemerintah DKI akan bekerja selama dia menjalani isolasi mandiri di rumah dinas. Mulai dari menutup Kantor Gubernur, hingga keputusan untuk tetap bekerja secara virtual. Berikut sejumlah poin yang disampaikan Anies lewat video itu.

    1. Positif Covid-19

    Anies mengatakan telah menjalani tes swab antigen pada Ahad, 29 November 2020 dan hasilnya negatif. Pada Senin, 30 November 2020, dia kembali menjalani swab test PCR untuk mengonfirmasi hasil tes swab antigen.

    Hasil tes PCR menyatakan Anies positif Covid-19. “Dini hari saya mendapatkan kabar kalau hasilnya positif, hasil tes PCR menyatakan bahwa saya positif Covid-19,” kata dia dalam video yang diunggah di akun Instagramnya, Selasa, 1 Desember 2020.

    2. Alasan Mengumumkan

    Anies mengatakan sengaja mengumumkan kondisinya. Dia beralasan melakukan itu untuk transparansi. “Sejak bulan Maret yang lalu kami selalu sampaikan apa adanya, transparan, tidak ditambah, tidak dikurangi dan diberikan secara lengkap,” ujar Anies.

    3. Wanti-wanti

    Anies meminta semua orang yang berinteraksi dengan dirinya bebarapa hari terakhir untuk mengambil langkah-langkah mencegah penyebaran. Dia meminta mereka melakukan isolasi mandiri dan melakukan tes usap PCR.

    “Bagi siapa pun yang pernah bertemu saya dalam beberapa hari ini silakan langsung menghubungi puskesmas terdekat untuk menjalani tes usap dan tim tracing dari Dinas Kesehatan juga akan mendata, akan dicatat semua, akan dihubungi. Semua kontak erat dan seluruh prosedur terkait akan dijalankan,” kata dia.

    4. Kondisi Anies

    Anies mengaku mengidap Covid-19 tanpa menunjukkan gejala. Sesuai arahan dokter, kata dia, Anies akan menjalani isolasi mandiri dan mengikuti prosedur pengobatan yang dianjurkan.

    5. Isolasi di Rumah Dinas

    Anies mengatakan akan melakukan isolasi mandiri di rumah dinasnya. Dia akan tinggal sendiri di sana terpisah dengan keluarganya. “Isolasi mandiri yang akan saya lakukan akan dilakukan di rumah dinas, di mana saya akan tinggal sendiri sementara keluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi yang memang selama ini kami tempati.”

    6. WFH

    Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengatakan akan tetap bekerja dari rumah. Dia mengatakan akan tetap memimpin rapat secara virtual. “Kami sudah terbiasa bekerja secara virtual, dan insyaallah tidak akan ada gangguan dalam proses pengambilan keputusan,” kata dia.

    Selain itu, Anies memutuskan untuk menutup sementara kantor gubernur. Dia bilang kantor gubernur terpisah dengan Balai Kota. Balai Kota, kata dia, akan tetap beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.