Antisipasi Banjir, Pemerintah DKI Wajibkan Pelaku Usaha Bangun Sumur Resapan

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    Ilustrasi banjir. Dok. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

    TEMPO.CO, Jakarta - Penjabat Sekretaris Daerah DKI Jakarta Sri Haryati mengatakan, seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengusaha memiliki andil dalam mengatasi banjir. Menurut dia, pengusaha wajib membangun sumur resapan atau drainase vertikal jika ingin memperoleh izin.

    "Dunia usaha sebenarnya punya kewajiban. Dalam setiap izin dia juga harus menyiapkan sumur resapan dan lain-lain," kata dia dalam acara dialog TvOne, Kamis malam, 3 Desember 2020.

    Pemerintah DKI akan mengawasi pembangunan sumur resapan oleh pelaku usaha. Hukum juga bakal ditegakkan jika pengusaha tidak menjalankan kewajibannya.

    Sumur resapan merupakan salah satu program DKI guna mencegah banjir. Konsepnya, air akan tertampung dalam sumur resapan yang telah dibenamkan di tanah. Dengan begitu, air diharapkan cepat surut.

    "Air datang bisa turun (ke tanah). Jadi tidak ke jalan," kata Sri.

    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mentargetkan 2 juta sumur resapan hingga 2022. Target ini tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI. Namun, Dinas Sumber Daya Air baru menyelesaikan 4 ribu sumur resapan hingga September 2020.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?