Banten Salurkan Bantuan Sosial Rp 62,5 miliar untuk 50 ribu Keluarga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Tangerang- Pemerintah Provinsi Banten menyalurkan bantuan sosial program Jaminan Sosial Rakyat Banten Bersatu (Jamsosratu) tahun anggaran 2020 senilai Rp 62,5 miliar sekaligus kepada 50 ribu keluarga di delapan kabupaten kota se-Provinsi Banten.

    "Ini bagian dari seluruh bantuan sosial untuk rakyat Banten yang nilainya sekitar Rp 300 miliar," kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy seusai pembagian Jamsosratu 2020 secara simbolis kepada keluarga penerima bantuan di Kota Tangerang Selatan di Kantor Cabang Pembantu BJB Bumi Serpong Damai, Kamis, 3 November 2020. Di masa pandemi Covid-19 bantuan ini bisa dilihat sebagai sumbangsih Banten untuk perekonomian nasional.

    Hadir pada acara itu CEO Regional IV BJB Edy Kurniawan Saputra dan Plt Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Banten Budi Dharma Sumapraja.

    Andika berharap bantuan sosial yang digelontorkan melalui APBD Pemerintah Provinsi Banten dapat bersinergi dengan berbagai bantuan sosial yang digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui APBN.
     
    Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan bantuan itu disalurkan bertahap dalam satu tahun seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun, kali ini bantuan disalurkan sekaligus pada Desember 2020.

    Tahun ini bantuan sosial diberikan sekaligus Rp. 1.250.000 per keluarga, agar dapat dirasakan manfaatnya lebih besar oleh penerima. Apalagi 2021 anak-anak mulai sekolah. “Jadi uang ini pun bisa bermanfaat untuk persiapan menjelang masuk sekolah,” kata Nurhana.

    Dinas Sosial mengapresiasi BJB dan BRI serta Bank Indonesia yang turut bekerja sama menyalurkan bantuan ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.