Pakar Kesehatan Sebut Pemangkasan Cuti Bersama Efektif Kurangi Kasus Covid-19

Suasana kepadatan kendaraan dari arah Garut dan Tasikmalaya menuju Gerbang Tol Cileunyi terjadi di Cipacing, Kabupaten Bandung, Ahad, 1 November 2020. Kepala Bagian Operasi Korps Lalu Lintas Polri Komisaris Besar Rudi Antariksawan mengatakan, puncak arus balik libur panjang cuti bersama menuju Jakarta di berbagai daerah akan terjadi pada Ahad malam ini. ANTARA/Raisan Al Farisi

TEMPO.CO, Jakarta - Pakar kesehatan masyarakat Prof. Hasbullah Thabrany mengatakan keputusan pemerintah memangkas cuti bersama sangat efektif mengurangi potensi lonjakan kasus Covid-19. Pemerintah mengurangi cuti bersama 3 hari, yaitu pada 28 hingga 30 Desember 2020.    

"Bagus dan efektif untuk mengurangi jumlah kasus, tidak akan setinggi kalau tidak dikurangi," kata Hasbullah kepada ANTARA, di Jakarta, Jumat 4 Desember 2020.

Cuti bersama akan memberikan peluang bagi orang-orang untuk bepergian, berekreasi dan berkumpul. Oleh karena itu, cuti bersama di tengah pandemi Covid-19 ini seharusnya ditiadakan karena dapat meningkatkan potensi penularan virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang bisa menyebar dengan sangat cepat.

Secara ekonomi, kata Hasbullah, cuti bersama yang bisa mendorong masyarakat untuk bepergian dan berekreasi memang baik. Akan tetapi potensi kerumunan yang muncul bisa berdampak terhadap kesehatan hingga membahayakan nyawa.

Pakar kesehatan masyarakat dari Universitas Indonesia itu mengingatkan kepada semua pihak, termasuk masyarakat, untuk tidak hanya memikirkan kepentingan pribadi atau golongan saja dan mengesampingkan protokol, karena kesehatan tidak bisa dikompromikan.

"Oleh karena itu, harus dijaga. Jangan cuma untuk kepentingan ekonomi. Kesehatan harus yang utama," kata dia.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melesat, Tower 4 Wisma Atlet Alih Fungsi Tampung Pasien Bergejala

Keputusan pemerintah untuk memangkas cuti bersama, menurutnya, sudah benar dan harus dipatuhi oleh seluruh kalangan masyarakat dengan tidak membuat peluang sekecil apapun untuk menimbulkan potensi penularan kasus Covid-19. "Kalau kesehatan yang utama, maka jangan buat peluang dengan banyaknya libur bersama yang menimbulkan peluang kerumunan. Itu yang penting," kata Hasbullah.






Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

5 hari lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

5 hari lalu

Pengunjung Mal di Solo Naik Signifikan, Okupansi Tenant 100 Persen

Jumlah pengunjung di beberapa mal di Kota Solo meningkat signifikan seiring melandainya kasus Covid-19. Okupansi tenant turut naik.


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

8 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

10 hari lalu

Jokowi Tak Mau Ikut Joe Biden Nyatakan Pandemi Covid-19 Telah Berakhir

Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyatakan bahwa pandemi Covid-19 di negaranya telah berakhir.


Pandemi Covid-19, Kasus Pubertas Dini Anak Perempuan Melonjak

12 hari lalu

Pandemi Covid-19, Kasus Pubertas Dini Anak Perempuan Melonjak

Apakah Covid-19 satu-satunya penyebab? Apakah dengan pembelajaran tatap muka dan kembali ke sekolah angka pubertas dini bisa kembali menurun?


Yogyakarta Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Bulu Tangkis Internasional

17 hari lalu

Yogyakarta Jadi Tuan Rumah 2 Turnamen Bulu Tangkis Internasional

Turnamen bulu tangkis Indonesia International Series dan Indonesia International Challenge akan digelar pada September hingga Oktober 2022.


Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

22 hari lalu

Vaksin Covid-19, Cina Pengguna Vaksin Isap Pertama di Dunia

Vaksin tanpa jarum ini adalah yang pertama mengantongi EUA dari antara 100 lebih vaksin Covid-19 oral ataupun nasal yang sedang dikembangkan di dunia.


Kasus Covid-19 Baru Bertambah 1.257, Jumlah Kasus Aktif Turun 420 Hari ini

26 hari lalu

Kasus Covid-19 Baru Bertambah 1.257, Jumlah Kasus Aktif Turun 420 Hari ini

Terdapat 3 kasus Covid-19 meninggal hari ini sehingga total 15.519 orang meninggal selama pandemi di Jakarta.


Perlunya Peran Masyarakat untuk Menekan Kasus COVID-19

37 hari lalu

Perlunya Peran Masyarakat untuk Menekan Kasus COVID-19

Kemenko PMK meminta peran masyarakat dalam mencegah penyebaran COVID-19 dengan terus menerapkan protokol kesehatan dan vaksinasi.


Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

51 hari lalu

Terdeteksi di 43 Negara, Ini yang Perlu Diketahui tentang Covid-19 Subvarian BA.4.6

Pakar mengatakan subvarian baru COVID-19 BA.4.6 saat ini telah terdeteksi di 43 negara. Berikut hal yang perlu diperhatikan.