Kawasan Rawan Banjir di Pengadegan Akan Dilengkapi Rambu Jalur Evakuasi

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melintasi jalan di Kampung Lubang, Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Desember 2020. ANTARA/Laily Rahmawaty

    Warga melintasi jalan di Kampung Lubang, Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat, 4 Desember 2020. ANTARA/Laily Rahmawaty

    TEMPO.CO, Jakarta - Menghadapi potensi banjir akibat fenomena La Nina, kawasan rawan banjir di Kelurahan Pengadegan, Jakarta Selatan, akan dipasangi rambu-rambu kebencanaan.

    Lurah Pengadegan Azhari mengatakan rambu tersebut akan dipasang di sejumlah RT yang rawan banjir termasuk di Kampung Lubang. "Untuk di Kampung Lubang sudah dibuat papan-papan penanda arah evakuasi, sebetulnya warga sudah tahu jalur evakuasinya, tetapi tetap kita buatkan tanda-tanda itu," kata Azhari di Pengadegan, Jumat 4 Desember 2020.

    Rambu jalur evakuasi tersebut terpasang di sejumlah titik di Kampung Lubang untuk menunjukkan arah evakuasi warga per RT. Selain tanda evakuasi, juga ada tanda ketinggian air yang terpasang di balai warga di RW 01.

    Azhari menjelaskan, tanda jalur evakuasi tersebut disesuaikan dengan jalur evakuasi warga sesuai RT menuju tempat evakuasi yang sudah ditentukan.

    "Contohnya di RT 05, 06 dan 07 Kampung Lubang, misalnya warga RT 05 itu pengungsiannya di Madrasah Amanatul Ilmiah maka rambu jalur evakuasinya diarahkan menuju ke sana," ujar Azhari.

    Pada masa pandemi Covid-19, lokasi evakuasi warga terdampak banjir ditambah selain di GOR Pancoran, Rusunawan Pengadegan, Kantor Kecamatan Pancorana, SDN 03, juga tersebar dari sejumlah lokasi lainnya. Penambahan tempat pengungsian ini terkait dengan protokol kesehatan Covid-19 yang harus dijalankan para pengungsi untuk menghindari kerumunan.

    "Jadi walaupun warga sudah tahu lokasi pengungsiannya sesuai RT masing-masing, kita tetap memasang rambu-rambu tersebut untuk mengingatkan warga," kata Azhari.

    Terdapat dua RW di Kelurahan Pengadegan yang rawan banjir yakni RW 01 dan RW 02, dengan luas area terdampak kurang lebih tiga hektare. Wilayah ini tergolong lokasi terparah terdampak banjir, ketinggian air bisa mencapai tujuh meter terutama di Kampung Lubang.

    Pada banjir Januari 2020, 1.700 warga Pengadegan terdampak bencana. Proses penyelesaian banjir memakan waktu hampir enam hari.

    Kelurahan Pengadegan ditunjuk sebagai Kampung Siaga Bencana oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD DKI Jakarta bersama lima wilayah lainnya yang ada di Ibu Kota.

    Sebagai Kampung Siaga Bencana, kesiapsiagaan serta penanggulangan bencana yang diterapkan Kelurahan Pengadegan akan menjadi percontohan bagi kelurahan lainnya.

    Lenny Ernawati (30) warga Kampung Lubang berharap tidak ada bencana banjir melanda tempat tinggalnya. Namun ibu tiga anak tersebut mengatakan warga Kampung Lubang sudah siap-siaga  menghadapi kemungkinan banjir akibat musim hujan dan dampak La Nina.

    Baca juga: Wali Kota Jaksel Harap Lurah dan Camat Tiru Kampung Siaga Bencana di Pangadegan
    "Warga sudah tahu itu informasi ada La Nina gitu, ya kita sih berharap tidak ada banjir tahun ini," kata Lenny.



     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H