Cililitan Punya 46 Relawan Kampung Siaga Bencana

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    Ilustrasi banjir. ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 46 warga Cililitan, Jakarta Timur, diberdayakan sebagai relawan "Kampung Siaga Bencana" yang bertugas membangun kemandirian lingkungan saat menghadapi musibah. "Relawan ini bertanggung jawab atas dapur umum, menangani distribusi, evakuasi, komunikasi, hingga bidang kesehatan," kata Ketua RW 016 Kelurahan Cililitan, Haryono, di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

    Haryono menyampaikan hal itu dalam kegiatan simulasi virtual "Kampung Tangguh Bencana" yang digelar di lingkungan setempat.

    Kegiatan itu digelar seusai RW 16 Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur terpilih sebagai "Kampung Tangguh Bencana" oleh Pemerintah Kota Jakarta Timur. Terpilihnya wilayah RW 16 Kelurahan Cililitan karena berada di perlintasan Sungai Ciliwung yang kerap dilanda banjir hampir setiap musim hujan.

    Warga, kata Haryono, telah siap untuk berperan aktif menghadapi bencana sebab terbiasa menghadapi bencana banjir hampir setiap tahun.

    Haryono mengatakan, tujuh dari sepuluh RT di wilayah RW 16 kerap terdampak banjir saat Sungai Ciliwung meluap. "Setiap Bendungan Katulampa siaga 1, maka tujuh RT di kota pasti terdampak, (banjir)."

    Dalam agenda simulasi itu, Pemerintah Jakarta Timur memberikan arahan serta pelatihan kemampuan kepada relawan saat menghadapi banjir di tengah wabah COVID-19.

    Pada simulasi ini, warga dilatih membangun kerja sama dengan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) dalam menghadapi bencana.

    Kerja sama yang dimaksud berupa persiapan membangun lokasi pengungsian, penerapan protokol kesehatan hingga proses evakuasi terhadap korban. “Saya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Jakarta Timur yang telah memilih kami sebagai percontohan, sehingga kami siap untuk menghadapi bencana banjir di tengah pandemi."

    Kegiatan ini digelar secara virtual yang diikuti perwakilan seluruh kelurahan di Jakarta Timur dari Ruang Publik Terbuka Ramah Anak (RPTRA) Cililitan.

    Kampung Siaga Bencana digagas oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta agar warga lebih tanggap dan siaga saat terjadi bencana alam. Pelaksana Tugas Kepala BPBD DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto, mengatakan BPBD memberikan berbagai mitigasi bencana apabila terjadi bencana di tengah pandemi COVID-19.

    "Kami berikan mitigasi bencana, agar warga lebih siaga dan tanggap apabila terjadi bencana," kata Sabdo. Itu sebabnya dibentuk kampung siaga bencana di lima wilayah kota dan satu kabupaten di Jakarta

    Cililitan merupakan satu dari beberapa Kampung Tangguh Bencana yang didirikan di Pulau Panggang dan Pulau Untung Jawa di Kabupaten Kepulauan Seribu, Kelurahan Pangadegan di Jakarta Selatan, Kelurahan Karet Tengsin di Jakarta Pusat, Kelurahan Penjagalan di Jakarta Utara, serta Kelurahan Semanan dan Rawa Buaya Jakarta Barat.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kapal Selam 44 Tahun KRI Nanggala 402 Hilang, Negara Tetangga Ikut Mencari

    Kapal selam buatan 1977, KRI Nanggala 402, hilang kontak pada pertengahan April 2021. Tiga jam setelah Nanggala menyelam, ditemukan tumpahan minyak.