Dinas SDA Jakarta Pusat Sebut 3 Hambatan saat Pembuatan Saluran Air

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas PPSU Kelurahan Karet Semanggi, Jakarta Selatan membersihkan saluran air di Jalan Garnisum samping gedung Plaza Sentral, antisipasi banjir dan genangan, Rabu (7/10/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

    Petugas PPSU Kelurahan Karet Semanggi, Jakarta Selatan membersihkan saluran air di Jalan Garnisum samping gedung Plaza Sentral, antisipasi banjir dan genangan, Rabu (7/10/2020) (ANTARA/HO-Kominfotik Jakarta Selatan)

    TEMPO.CO, Jakarta -Dinas Sumber Daya Air disingkat SDA, Jakarta Pusat mengungkapkan setidaknya ada tiga hambatan saat membuat saluran-saluran air baru di wilayah itu.

    "Tiga hambatan itu adalah kabel fiber optik, kabel listrik, serta saluran pipa air minum yang ketiganya tertanam di bawah tanah," kata Kepala Seksi Pembangunan dan Peningkatan Drainase Suku Dinas SDA Jakarta Pusat, Maman di Jakarta, Senin, 7 Desember 2020.

    "Ketiga hal itu cukup jadi tantangan di lapangan. Pihak kami ataupun pihak ketiga yaitu kontraktor sudah bersurat ke perusahaan pemilik utilitas itu supaya hambatan itu bisa mendapatkan solusi dan melanjutkan pengerjaan saluran kami," ujar
    Maman.

    Baca juga : Jakarta Utara Andalkan Gravitasi untuk Olakan Pencegah Banjir

    Maman mengatakan saat ini pihaknya tengah memprioritaskan enam titik pengerjaan saluran tersebar di Kecamatan Tanah Abang, Cempaka Putih, Sawah Besar, Gambir dan Kemayoran.

    "Enam titik saluran yang kami kebut pengerjaannya itu ada di Jalan Kebon Kacang IX dengan panjang 500 meter persegi, lalu Jalan Cempaka Putih Tengah panjang 541 meter, Krekot Jaya Molek 500 meter, Duri Pulo I dengan panjang 268 meter, Jalan Sanggau 148 meter dan Jalan Bangau 410 ," ujar Maman.

    Dari keenam titik itu total persentase pengerjaan saluran air sudah mencapai sebesar 60 persen.

    Maman menargetkan sisa 40 persen pengerjaan saluran air itu selesai pada 20 Desember 2020 dan diharapkan dapat membantu mengurangi genangan di masa penghujan.

    Maman tidak merinci anggaran untuk pengerjaan proyek saluran air itu.

    Pengerjaan saluran itu dikerjakan bersamaan dengan proyek pengendalian dan penanganan banjir di DKI Jakarta yang saat ini dikenal dengan nama program 'Gerebek Lumpur'.

    Secara serentak program Gerebek Lumpur untuk menanggulangi bencana banjir di Ibu Kota Jakarta diharapkan selesai pada Senin hari ini.

    ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.