RS Polri Berkoordinasi dengan Bareskrim Soal Jenazah Anggota FPI

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    Ilustrasi tewas atau jenazah atau jasad. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta  Enam jenazah anggota FPI yang ditembak mati polisi saat ini masih berada di Rumah Sakit atau RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

    Tim Forensik RS Polri masih berkoordinasi dengan Badan Reserse Kriminal atau Bareskrim Polri terkait penanganan enam jenazah pengikut Rizieq Shihab tersebut.

    "Kami masih intensif berkoordinasi dengan Bareskrim. Kalau terkait perkembangannya silakan konfirmasi ke sana," kata Kepala Forensik RS Polri Arif Wahyono di Jakarta, Selasa, 8 Desember 2020.

    Namun Arif belum memberikan keterangan di ruang mana jenazah saat ini berada, serta sejauh apa penanganan forensik terhadap seluruh jenazah.

    Sementara itu Tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar mempertanyakan keberadaan jenazah korban yang menurut kabar kepolisian telah dikirim menuju RS Polri.

    Baca juga: Kronologi Penembakan Versi FPI: Mobil Laskar Hilang di Pintu Tol Karawang

    "Jangankan diambil, dilihat saja belum boleh," katanya saat menyambangi RS Polri hari ini sekitar pukul 10.00 WIB.

    Aziz mengatakan sejauh ini belum ada kejelasan di mana jenazah korban berada dan alasan otoritas terkait masih menahan jasad keenam orang tersebut.

    "Ya alasannya ya mereka yang punya kuasa. Belum ada kejelasan, alasan dan jenazahnya ada di mana juga belum jelas. Tapi perwakilan keluarga sudah siap (bila jenazah bisa dibawa)," katanya.

    Sementara itu sejumlah aparat berseragam TNI AD berikut satu unit panser masih bersiaga di sekitar pelataran parkir Gedung Promoter RS Polri.

    Enam orang pengikut Rizieq Shihab ditembak mati polisi di jalan tol Jakarta Cikampek KM 50 pada Senin dini hari, 7 Desember 2020.

    Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran mengklaim penembakan terjadi setelah mobil petugas diserang oleh anggota FPI.

    Penyerangan, kata Fadil dilakukan menggunakan senjata api dan senjata tajam.

    "Terhadap kelompok MRS yang melakukan penyerangan kepada anggota dilakukan tindakan tegas dan meninggal dunia sebanyak enam orang," kata Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ikan Rahasia Dari Amerika

    CIA atau Badan Intelijen Amerika Serikat membuat sebuah robot berbentuk Ikan lele.