Idris-Imam Deklarasikan Kemenangan Pilkada Depok 2020 Hasil Quick Count

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pasangan Mohammad Idris -Imam Budi Hartono saat mendaftar sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok di KPU Kota Depok, Minggu 6 September 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    Pasangan Mohammad Idris -Imam Budi Hartono saat mendaftar sebagai Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Depok di KPU Kota Depok, Minggu 6 September 2020. TEMPO/ADE RIDWAN

    TEMPO.CO, Depok – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Mohammad Idris - Imam Budi Hartono mendeklarasikan menang di Pilkada Depok 2020

    Ketua Tim Pemenangan Idris-Imam, Mohammad Hafid Nasir, secara resmi telah mengumumkan kemenangan Idris-Imam berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) Pilkada Depok 2020 di Rumah Relawan Idris (RRI), Cilodong.

    “Alhamdulillah hari ini berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) 75 persen data TPS yang masuk, pasangan Dr. KH Mohammad Kiris, MA dan Ir. Imam Budi Hartono unggul dengan persentase 55,38 persen berbanding 44,62 persen," kata Hafid dalam keterangan pers yang diterima Tempo, Rabu 9 Desember 2020.

    Hafid mengatakan, pasangan Mohammad Idris - Imam Budi Hartoni akan berkomunikasi dengan semua pihak terkait hasil hitung cepat Pilkada 2020 ini. Hafid mengatakan timnya akan mengawal suara warga sampai pengumuman resmi oleh KPU.

    “Tentunya kami akan terbuka dan menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk dengan kandidat 01 agar bersama kita bisa bersinergi menghadirkan pembangunan yang lebih baik di kota Depok," kata Hafid.

    Baca juga: Pilkada 2020, Pasangan Mohammad Idris - Imam Budi Hartono Unggul di Depok Jaya

    Ketua tim pemenangan Mohammad Idris - Imam Budi Hartono di Pilkada Depok 2020 itu berterima kasih pada seluruh warga Depok. "Kami juga mohon doa restu agar kepemimpinan Idris-Imam selalu dibimbing dan diberkahi Allah SWT dalam mewujudkan kota Depok yang maju berbudaya dan sejahtera untuk seluruh warganya,” kata Hafid.

    ADE RIDWAN YANDWIPUTRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.