Bantah Polisi, FPI Sebut Tak Ada Laskar Mereka yang Kabur Saat Penembakan

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mobil ambulans milik Front Pembela Islam (FPI) membawa jenazah anggota FPI di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Selasa, 8 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Mobil ambulans milik Front Pembela Islam (FPI) membawa jenazah anggota FPI di Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur, Selasa, 8 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta -Sekretaris Umum Front Pembela Islam disingkat FPI, Munarman menyatakan tidak ada saksi dari organisasinya yang hidup saat terjadi penembakan terhadap enam laskar oleh polisi.

    Dia sekaligus membantah pernyataan polisi tentang empat anggota FPI yang kabur saat kejadian.

    "Semua dibunuh jadi tidak ada saksi. Itu kabur dari apa? Seenaknya saja ngarang cerita hoax," ujar Munarman kepada Tempo, Rabu, 9 Desember 2020.

    Baca juga : 5 Update Kasus Penembakan Laskar FPI: Mabes Polri Turun Tangan hingga Kesaksian di TKP

    Menurut FPI, keenam laskar itu berada dalam mobil Chevrolet Spin berpelat B 2152 TBN. Sebagai pengawal, para laskar itu bertugas mengalihkan mobil-mobil yang ingin masuk ke rombongan kendaraan Rizieq Shihab. Mobil yang ditumpangi keenam laskar itu disebut diserang saat mengarah ke pintu Tol Karawang Barat, Senin dini hari lalu.

    Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran mengatakan mobil polisi dipepet dan diserang oleh 10 anggota FPI di tol Jakarta-Cikampek.

    Menggunakan alasan membela diri, polisi menembak enam di antara para laskar tersebut. Fadil menyebut bahwa empat laskar lainnya kabur saat terjadi penembakan.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.