Bobol Minimarket di Tambora, Tunawisma Curi Dua Slop Rokok

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka pencurian dengan kekerasan terhadap minimarket dan apotek yang beroperasi 24 jam di wilayah Jakarta Timur diperlihatkan saat rilis di halaman Markas Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 16 April 2015. Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka antara lain sejumlah ponsel, uang tunai Rp 1 juta dari minimarket, dan Rp 300 ribu dari apotek. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Tersangka pencurian dengan kekerasan terhadap minimarket dan apotek yang beroperasi 24 jam di wilayah Jakarta Timur diperlihatkan saat rilis di halaman Markas Resmob Polda Metro Jaya, Jakarta, 16 April 2015. Barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka antara lain sejumlah ponsel, uang tunai Rp 1 juta dari minimarket, dan Rp 300 ribu dari apotek. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang tunawisma bernama Ahmad Bohari, 40 tahun, nekat membobol sebuah minimarket di Jalan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Pria yang sehari-hari tinggal di kolong jembatan Tol Latumenten itu membobol minimarket melalui langit-langit. 

    "Dia merusak plafon toko untuk masuk ke dalam," ujar Kapolsek Tambora Komisaris M. Faruk Rozi saat dihubungi Tempo, Jumat, 11 Desember 2020. 

    Baca Juga: Mesin ATM Korslet dan Terbakar di Minimarket Duren Sawit

    Pencurian yang dilakukan oleh Ahmad itu terjadi pada 25 November 2020. Saat berhasil masuk ke dalam toko, ia menggasak dua slop rokok dan kaleng biskuit berisi uang Rp 7 juta. Tindakan Ahmad itu terekam kamera CCTV dan viral di media sosial. 

    Berbekal wajah tersangka, polisi kemudian melakukan pencarian selama dua pekan. Hingga akhirnya ia diciduk petugas di kolong Tol Latumenten, Jakarta Barat. 

    "Dari hasil interogasi, pelaku mengakui melakukan perbuatan yang serupa di tempat kejadian lainnya, seperti rumah kost dan dua kali di toko Alfamart," kata Faruk. 

    Kini polisi masih melakukan pengembangan terkait jumlah korban pembobolan Ahmad itu. Faruk mengatakan tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman 7 tahun penjara. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto