Pengacara Waroeng Brothers: Tak Ada Pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    Ilustrasi Pemukulan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengacara Waroeng Brothers Coffee & Resto, Wisnu Wardhana, membantah kabar adanya pemukulan terhadap Lurah Cipete Utara Nurcahya. Menurut Wisnu, pihaknya bertemu dengan Nurcahya di Polres Jakarta Selatan setelah insiden ribut-ribut di Waroeng Brothers Coffee & Resto Kemang pada Jumat dinihari, 11 Desember 2020 sekitar pukul 00.30 WIB.

    "Ibu Lurah setelah visum bertemu kami, itu baik-baik saja tidak ada satu pun yang lebam," kata Wisnu saat dihubungi, Sabtu, 12 Desember 2020.

    Ia mengakui memang ada cek-cok antara Nurcahya dan pengunjung tamu Waroeng Brothers Kemang malam itu. Sebabnya, kata dia, Nurcahya tiba-tiba datang ke dalam restoran sembari marah dan meminta tamu membubarkan diri.

    Menurut Wisnu, Nurcahya datang bersama tiga anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang mengenakan atribut Satuan Tugas Covid-19. Wisnu mengklaim telah mengantongi beberapa video saat keributan terjadi.

    Salah satu momen yang terekam saat Nurcahya dan salah satu anggota FKDM justru memukul tamu Waroeng Brothers Kemang. "Meskipun Bu Lurah mengaku tidak sengaja, tapi sampai entah itu tercakar atau terpukul," ujar dia.

    Wisnu menjelaskan, pihak Waroeng Brothers Kemang juga berupaya menjauhkan Nurcahya dari kerumunan tamu yang marah dan tidak ada pengeroyokan. "Kami memastikan Bu Lurah tidak tersentuh oleh pihak tamu yang marah," ujarnya.

    Sebelumnya, Nurcahaya mengaku dipukul tamu Waroeng Brothers Kemang. Saat itu dia tengah memantau pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jalan Kemang Selatan VII B, lokasi Waroeng Brothers Kemang. Beberapa tamu marah karena tak terima perlakuan Nurcahya.

    Nurcahya melaporkan kasus dugaan pengeroyokan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Satu dari tiga tersangka pemukulan, RQ, perempuan 22 tahun, ditahan dan dibidik dengan Pasal 170 KUHP.

    Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP DKI menutup Waroeng Brothers secara permanen karena dianggap melanggar PSBB dan tidak memiliki izin. Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin mengatakan tidak ragu-ragu menindak tegas pemilik usaha yang kerap melanggar PSBB dengan mengabaikan protokol kesehatan. "Tempat ini (WB) adalah salah satu yang melakukan pelanggaran protokol kesehatan dan berulang-ulang," kata Arifin, Jumat, 11 Desember 2020


    LANI DIANA WIJAYA | ANTARA


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.