Kapolda Metro Jaya Penuhi Panggilan Komnas HAM Soal Penembakan Anggota FPI

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran memenuhi panggilan Komnas HAM terkait kasus penembakan anggota FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Pemeriksaan dilakukan di gedung Komnas HAM pada Senin, 14 Desember 2020. 

    "Pak Kapolda bahkan datang sendiri nanti beliau," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus saat dihubungi, Senin, 14 Desember 2020. 

    Yusri menjelaskan Kapolda Metro Jaya akan menjelaskan mengenai kasus penembakan tersebut pada pukul 13.00. Namun Yusri tak merinci persiapan Fadil menghadapi panggilan Komnas HAM tersebut. 

    Komnas HAM telah menjadwalkan untuk memeriksa Kapolda Metro Jaya Mohammad Fadil Imran hari ini terkait enam laskar FPI pengawal Rizieq Shihab yang tewas ditembak. Komnas akan meminta keterangan Fadil soal kronologi peristiwa penembakan itu. 

    Komisioner Pemantauan atau Penyelidikan Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan agenda pemeriksaan terhadap Fadil merupakan lanjutan dari rangkaian penyelidikan yang pihaknya sudah lakukan.

    Baca juga: Kapolda Metro Jaya: Tidak Ada Ormas Tempatkan Diri di Atas Negara

    Melalui pemeriksaan Kapolda Metro Jaya, Choirul berharap mendapat gambaran utuh terkait konstruksi peristiwa penembakan anggota FPI yang disebut terjadi di Tol Jakarta-Cikampek KM50 itu. "Berbagai temuan nantinya kami akan rangkum melalui konstruksi peristiwa, kami simpulkan peristiwanya sebenarnya apa yang terjadi, apakah ada pelanggaran HAM atau tidak kami putuskan rekomendasi," kata Choirul. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Deja Vu Kasus Covid-19 Ibu Kota, Gelombang Kedua Mengintai DKI Jakarta

    Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengatakan lonjakan kasus Covid-19 di DKI Jakarta mirip periode sebelumnya. Waspada gelombang kedua wabah virus corona!