Polisi Tangkap Pengancam Pembunuh Kapolda Metro Jaya via Media Sosial

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Polisi menangkap seorang laki-laki berinisial S, 40 tahun, karena mengeluarkan ancaman untuk membunuh Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Mohammad Fadil Imran. Dalam ancamannya, S membuat sebuah unggahan berisi foto Fadil dengan tulisan “dicari orang ini, Pembunuh bayaran, segera dihubungi mujafudfisabilillah".

    Baca Juga: Kapolda Metro Jaya Penuhi Panggilan Komnas HAM Soal Penembakan Anggota FPI

    "Tersangka diamankan di Cempaka Putih. Setelah didalami, dia punya grup WhatsApp dan sering memasukkan kalimat menghasut dan hujatan ke TNI - Polri," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 14 Desember 2020.

    Dalam unggahannya di grup WhatsApp 000FAKTA BERKATA dan MEDIA ISLAM INDONESIA, S juga mengajak masyarakat untuk mencopot dan melengserkan Fadil dari jabatannya. Sebab, ia menganggap Fadil bertanggung jawab atas penembakan enam Laskar FPI di Tol Jakarta - Cikampek KM 50. 

    Tersangka juga menyebut bahwa saat ini ada pasukan bernama Fisabilillah yang sudah dilatih khusus untuk melawan aparat. Mereka akan dikerahkan saat para ulama di Indonesia menyatakan jihad. 

    "Dia gabung di grup itu sejak bulan September 2020 dan terus memposting hal-hal yang menyudutkan TNI dan Polri," kata Yusri.

    Polisi yang mendapat informasi itu kemudian melacak keberadaan tersangka melalui nomor ponsel. Dari hasil pelacakan itu, didapati identitas serta alamat tersangka di Cempaka Putih, Jakarta Pusat. 

    Polisi kemudian menciduknya pada Minggu, 13 Desember 2020. Saat diinterogasi, tersangka S mengakui perbuatan menghasutnya tersebut. 

    Yusri mengatakan polisi menjerat S dengan UU ITE Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016. Ia terancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun penjara. 


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H