Kepala Dinkes DKI Sebut 51 Persen Tes Covid-19 Secara Mandiri, Luar Biasa

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang tenaga medis diambil sampel darahnya saat menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan bagi para awak rumah sakit tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Seorang tenaga medis diambil sampel darahnya saat menjalani rapid tes serology di Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa, 11 Agustus 2020. Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) melakukan rapid test serelogy dan PCR Swab secara berkala kepada para tenaga kesehatan, staf, dan pekerja pendukung lainnya sebagai upaya untuk menjaga kesehatan dan keamanan bagi para awak rumah sakit tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta- Kepala Dinas Kesehatan DKI Widyastuti mengatakan sebanyak 51 persen dari total kapasitas tes Covid-19 di 76 laboratorium yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berasal dari inisiatif warga. Menurut dia, hal tersebut menunjukkan kemandirian warga untuk mengecek kesehatannya di tengah pandemi yang masih merebak di Ibu Kota.

     “Jadi dengan edukasi, komunikasi resiko yang terus menerus, 51 persen testing kapasitas kami itu dilakukan mandiri oleh masyarakat,” kata Widyastuti saat memberikan pemaparan dalam acara Jakarta Development Collaboration Network (JDCN) Forum 2020 yang Tempo kutip dari akun YouTube Pemprov DKI pada Kamis, 17 Desember 2020.

    Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Kini Layani Tiga Macam Tes Covid-19, Varian dan Tarifnya?

    Widyastuti pun berterima kasih kepada masyarakat yang secara mandiri merogoh koceknya untuk mengetes kesehatannya terkait Covid-19. Menurut dia, Pemprov telah menyediakan wadah bagi masyarakat untuk melakukan pengetesan kesehatan dan pelacakan secara gratis manakala orang tersebut diketahui memiliki kontak erat dengan kasus konfirmasi positif Covid-19.

    “Ternyata perbandingan 49 persen gratis, 51 persen yang mandiri. Ini menurut saya sesuatu yang luar biasa,” tutur dia. “Dengan sukarela, tanpa ada kasus confirmed, datang ke laboratorium maupun rumah sakit.”

    Menurut Widyastuti, hal itu membantu Pemerintah Provinsi terkait pendanaan dalam menanggulangi Covid-19. Menurut dia, tak cukup jika hanya mengandalkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI saja. Selain kemandirian masyarakat melakukan tes, pendanaan penanggulangan pandemi juga terbantu lewat Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan hibah luar negeri. 

    Widyastuti menjelaskan per 16 Desember 2020 tercatat angka kesembuhan Jakarta sebesar 98,4 persen, sementara angka kematian 1,9 persen. Adapun dalam jumlah rata-rata pengetesan dalam satu pekan, kata dia,  Pemprov DKI Jakarta sudah melakukan sekitar 7-8 kali dari standar yang ditetapkan oleh WHO. 

    “Yang harusnya sekitar 11 ribu yang dites, kita mampu lebih dari 80 ribu,” tutur dia. Meski begitu, Widyastuti mengatakan persentase kasus positif Covid-19 atau positivity rate di Ibu Kota tercatat sebesar 10 persen. Angka itu masih berada di atas standar yang ditetapkan oleh WHO, yaitu tak lebih dari 5 persen. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.