Wisma Atlet Kemayoran Hampir Penuh, Satgas Covid-19 Cari Alternatif Tempat Baru

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis yang menggunakan hazmat beraktivitas di area zona kuning Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis yang menggunakan hazmat beraktivitas di area zona kuning Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut ada kenaikan pasien Covid-19 yang memenuhi ruang isolasi Wisma Atlet Kemayoran Jakarta. Pemerintah tengah mencari alternatif tempat isolasi baru.

    "Saat ini Satgas (Satuan Tugas) sedang mencari alternatif ruang isolasi agar semua orang mampu menerima perawatan dengan baik," kata dia saat dihubungi, Senin, 21 Desember 2020.

    Dia menyampaikan tingkat keterisian tempat tidur isolasi di Tower 4, Tower 6, dan Tower 7 Wisma Atlet mencapai 76,94 persen. Tiga menara ini dipakai untuk mengisolasi pasien Covid-19 yang bergejala ringan hingga sedang.

    Sementara itu, ruang isolasi khusus pasien tanpa gejala di Tower 5 Wisma Atlet Kemayoran dan Tower 8 Wisma Atlet Pademangan telah terpakai 61,80 persen.

    "Per data 20 Desember," ucap dia.

    Baca juga: Pasien Covid-19 OTG bakal Diisolasi di Tower 8 Wisma Atlet Pademangan atau Hotel

    Wisma Atlet Kemayoran tak lagi menerima pasien tanpa gejala sejak Sabtu, 19 Desember 2020.

    Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet Kemayoran Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan, empat tower di Wisma Atlet Kemayoran fokus merawat pasien Covid-19 bergejala. Sebabnya, pasien bergejala yang di sana telah melampaui batas, yakni di atas 75 persen.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Empat Macam Batal Puasa

    Ada beberapa macam bentuk batalnya puasa di bulan Ramadan sekaligus konsekuensi yang harus dijalankan pelakunya.