Cerita Warga Bogor Sulit Cari Lokasi Persalinan di Saat Pandemi Covid-19

Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

TEMPO.CO, Jakarta - Siti Erma, 27 tahun, mengungkapkan kisahnya kesulitan mencari lokasi persalinan di rumah sakit pada masa pandemi Covid-19 ini. Pada 4 Desember 2020 lalu, Erma mengalami kontraksi.

Ia pun memutuskan pergi ke salah satu Puskesmas di kawasan Tegal Gundil, Kota Bogor. Sebelum dibawa ke ruang persalinan ia diwajibkan melakukan rapid test. Hasilnya, Erma dinyatakan reaktif Covid-19.

"Saat itu suster di Puskesmas bilang saya harus dirujuk ke rumah sakit karena reaktif, padahal saya sudah merasa mules. Saya bingung," ujar Erma di Bogor, Selasa, 22 Desember 2020.

Di tengah kebingungannya, ia bersama sang suami pun mencari rumah sakit yang bisa menerimanya melahirkan dalam kondisi reaktif Covid-19.

Baca juga: Tempat Tidur Isolasi Pasien Covid-19 Terisi 80 Persen, IDI: Sudah Lampu Kuning

Namun hampir 7 rumah sakit di kota dan kabupaten Bogor menolaknya. Bahkan dua rumah sakit di antaranya, kata Erma, merupakan rumah sakit pemerintah yang jadi rujukan pasien Covid-19.

"Saya berangkat sore jam 3-an, tapi sampai jam 10 malam kami masih muter-muter nyari rumah sakit. Tapi lagi-lagi kami ditolak karena ruangan udah penuh katanya," ujar Erma.

Beruntung ia akhirnya bisa diterima di RSUD Cibinong, Kabupaten Bogor karena ada kenalan seorang saudaranya yang bekerja di sana. Erma mengatakan saat itu kondisi rumah sakit memang dalam keadaan nyaris penuh.

Namun masih ada bangsal kosong yang bisa digunakan olehnya. Ia pun kemudian menjalani prosedur swab sembari menunggu kelahiran putra keduanya itu.

"Kami langsung ke IGD. Cuma kata dokter ruang ICU penuh. Kami langsung dibawa ke ruangan isolasi, tes swab. Alhamdulillah besoknya hasilnya keluar, negatif," ujar dia.

Kemudian Erma dibawa ke ruang persalinan dan melahirkan di sana.

Wakil Direktur Divisi Pelayanan RSUD Cibinong Fusia Medyawati, mengatakan memasuki November dan Desember 2020 keterisian di ruang isolasi memang nyaris penuh. Sebab, menurut Fusia, hal itu dampak dari trend kenaikan Covid-19 secara signifikan.

Bahkan, Fusia menyebut, total dari 204 tempat tidur isolasi dan 34 tempat tidur transisi isolasi 90 persen terisi. Bahkan selain terisi penuh ruang isolasi, Fusia menyebut dokter dan perawat di IGD turut terpapar juga. “Kondisi saat ini gak aman, penularan Covid-19 cukup mengerikan. Semoga masyarakat semakin sadar dan patuh Prokes,” kata Fusia.






15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

9 jam lalu

15 Rekomendasi Tempat Ngopi di Bogor Kekinian, Seru buat Kongko

berikut tempat ngopi di Bogor dengan konsep alam yang instagramable murah seru dan enak jadi tempat nongkrong


Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

10 jam lalu

Kasus Covid-19 Hari Ini Tambah .1411 Orang, Terbanyak dari Jakarta

Kasus Covid-19 di Indonesia bertambah 1.411 pada hari ini. Kasus terbanyak disumbang oleh DKI Jakarta yaitu 580 orang.


UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

1 hari lalu

UNWTO: Sektor Pariwisata Pulih 2022 Setelah Pandemi

UNWTO mencatat pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir.


25 Rekomendasi Wisata di Bogor yang Hits Serta Harga Tiket Masuknya

1 hari lalu

25 Rekomendasi Wisata di Bogor yang Hits Serta Harga Tiket Masuknya

Rekomendasi tempat wisata di Bogor yang sejuk dan cocok untuk foto-foto bersama keluarga dan teman saat akhir pekan.


Jembatan di Babakan Madang Bogor Ambruk Karena Pergerakan Tanah, Ribuan Warga Desa Terisolir

3 hari lalu

Jembatan di Babakan Madang Bogor Ambruk Karena Pergerakan Tanah, Ribuan Warga Desa Terisolir

Pemerintah desa telah memberitahu Dinas PUPR tentang potensi ambruknya jembatan di Kampung Cicadas Babakan Madang. Karena pergerakan tanah.


Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

3 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengklaim Indonesia memiliki tiga prestasi dalam mengahadapi pandemi yang berlangsung sejak awal 2020 itu.


Cerita Sri Mulyani soal Tantangan Realisasi Anggaran PC-PEN Selama Pandemi Covid-19

3 hari lalu

Cerita Sri Mulyani soal Tantangan Realisasi Anggaran PC-PEN Selama Pandemi Covid-19

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menceritakan bagaimana realisasi Program Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) tahun 2020 dan 2021.


Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

3 hari lalu

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia Bahas Akhir Pandemi Covid-19

'Tapi sekarang pandemi Covid-19 belum berakhir ya'


PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

4 hari lalu

PSI Kritik Pengadaan Karangan Bunga Rp 1,1 Miliar oleh Pemkot Kota Bekasi

PSI Bekasi bandingkan anggaran pengadaan karangan bunga Kota Bekasi yang lebih besar daripada Pemerintah Kabupaten Bekasi dan Kota Bogor.


Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir di AS? Para Epidemiolog Ingatkan Excess Mortality

4 hari lalu

Pandemi Covid-19 Sudah Berakhir di AS? Para Epidemiolog Ingatkan Excess Mortality

Jumlah kasus baru AS tertinggi kedua setelah Jepang, tapi angka kematiannya tertinggi dI dunia. Berikut update pandemi Covid-19 di Amerika dan dunia.