Libur Natal, Jumlah Penumpang di Terminal Kampung Rambutan Turun 79 persen

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas BPTJ dan Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kelayakan jalan sebuah bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Kegiatan tersebut merupakan inspeksi keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta pengecekan kelayakan bus (Ramp Check) dalam rangka penyelanggaraan angkutan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Petugas juga mengecek sarana penunjang keamanan lainnya mulai dari kondisi rem, lampu, emisi, kondisi mesin martil kaca, sabuk pengaman hingga alat pemadam api ringan atau Apar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas BPTJ dan Dinas Perhubungan melakukan pengecekan kelayakan jalan sebuah bus di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis, 24 Desember 2020. Kegiatan tersebut merupakan inspeksi keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta pengecekan kelayakan bus (Ramp Check) dalam rangka penyelanggaraan angkutan pada Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. Petugas juga mengecek sarana penunjang keamanan lainnya mulai dari kondisi rem, lampu, emisi, kondisi mesin martil kaca, sabuk pengaman hingga alat pemadam api ringan atau Apar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Jumlah penumpang bus umum di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, pada libur Natal 2020 turun sekitar 79 persen dibanding waktu yang sama pada 2019. Kepala Terminal Kampung Rambutan Made Jhoni mengatakan pemberangkatan penumpang pada arus puncak libur Natal 24 Desember 2019 berkisar 7 ribu orang.

    "Pada pemberangkatan Kamis kemarin (24 Desember 2020) jumlah penumpang hanya 1.215 orang atau menurun hingga 79 persen dari tahun lalu," kata Made di Jakarta, 26 Desember 2020.

    Sebanyak 1.215 penumpang yang berangkat menggunakan bus Antarkota Antarprovinsi (AKAP) dari Terminal Kampung Rambutan masih di bawah angka normal rata-rata penumpang. Pada situasi normal, operator Terminal Kampung Rambutan memberangkatkan rata-rata 3.000 penumpang pada hari kerja dan 5.000 penumpang di akhir pekan.

    Pandemi COVID-19, kata Made, membuat operator terminal harus memperketat pengawasan kesehatan penumpang. "Masyarakat masih khawatir melakukan perjalanan ke luar kota karena pandemi COVID-19."

    Pemerintah juga telah mengeluarkan surat imbauan agar masyarakat tetap berada di rumah selama Natal dan Tahun Baru 2021 untuk mengantisipasi penularan COVID-19. "Penumpang diwajibkan memiliki surat hasil rapid test.” Sehingga, penumpang diimbau menunda perjalanan kalau tidak memiliki bukti.

    Dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 20 Tahun 2020, kata Made, terdapat persyaratan khusus bagi penumpang tujuan luar Pulau Jawa. Penumpang tujuan Bali, misalnya, wajib melakukan rapid test' ntigen deteksi COVID-19. “Untuk tujuan dari dan di dalam Pulau Jawa rapid test antigen bersifat imbauan."
     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto