Polisi Selidiki Dugaan Pemukulan Aiptu IC ke Tersangka Kecelakaan Pasar Minggu

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat mensosialisasikan Operasi Zebra di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu pagi, 28 Oktober 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo saat mensosialisasikan Operasi Zebra di Bundaran Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu pagi, 28 Oktober 2020. TEMPO/M Julnis Firmansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi menyelidiki kasus pemukulan yang dilakukan Ajun Inspektur Satu atau Aiptu IC kepada tersangka kecelakaan Pasar Minggu berinisial H.

    Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, perkara itu ditangani oleh Kepolian Resor Metro Jakarta Selatan.

    Aiptu IC ditenggarai memukul H sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara motor di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Jumat pekan lalu.

    "Saya sudah koordinasi dengan Kapolresnya, penyidik akan menjemput bola mendatangi si pelapor, dalam hal ini saudara H yang sedang berada di rumah tahanan kita," kata Sambodo di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 28 Desember 2020.

    Baca juga: Kecelakaan Pasar Minggu: Pemukulan oleh Polisi, Kejar-kejaran, dan Tabrak Motor

    Kecelakaan di Pasar Minggu itu mengakibatkan pengemudi sepeda motor bernama Pinkan Lumintang, 30 tahun, tewas di tempat. Kecelakaan ini terjadi karena serempetan dua mobil, yakni Toyota Innova berpelat B 2159 SIJ yang dikendarai oleh Aiptu IC dengan mobil Hyundai B 369 HRH yang dikemudikan seorang pegawai bank, yakni H.

    Sebelum bersenggolan, kedua mobil saling kejar-kejaran dari arah Pejaten ke Pasar Minggu. Kejar-kejaran itu dilatarbelakangi karena dugaan pemukulan oleh Aiptu IC terhadap H di belokan Mampang, Jakarta Selatan.

    Setelah serempetan dengan kendaran H di Pasar Minggu, mobil Aiptu IC menabrak pembatas jalan dan masuk ke jalur yang berlawanan. Mobil tersebut menabrak dua pengemudi sepeda motor yang sedang melintas, yakni Honda Revo berpelat B 3595 EXQ oleh Dian Prasetyo dan Honda Vario B 3036 EPV oleh Pinkan, serta menghantam sepeda motor milik M. Sharif yang parkir di pinggir jalan.

    Untuk kasus kecelakaan, polisi telah menetapkan H sebagai tersangka. Sedangkan Aiptu IC masih berstatus sebagai saksi. Sementara dugaan pemukulan tidak ditangani Ditlantas Polda Metro Jaya, melainkan oleh penyidik Polres Jakarta Selatan.

    "Tentu penyidik dari Polres Jakarta Selatan yang akan mengembangkan perkara ini untuk mencari saksi-saksi lain di sekitar TKP," kata Sambodo.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Cara Perlawanan 75 Pegawai KPK yang Gagal TWK

    Pegawai KPK yang gagal Tes Wawasan Kebangsaan terus menolak pelemahan komisi antirasuah. Seorang peneliti turut menawarkan sejumlah cara perlawanan.