TPU Tegal Alur Klaim Masih Sanggup Tampung Jenazah Covid-19 Hingga Tahun Depan

Reporter:
Editor:

Martha Warta Silaban

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas berpakaian APD membawa peti jenazah korban Covid-19 saat akan dikuburkan di TPU Tegal Alur, Jakarta, Senin 13 April 2020. Pemerintah telah menetapkan TPU Tegal Alur sebagai salah satu tempat pemakaman jenazah korban Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Petugas berpakaian APD membawa peti jenazah korban Covid-19 saat akan dikuburkan di TPU Tegal Alur, Jakarta, Senin 13 April 2020. Pemerintah telah menetapkan TPU Tegal Alur sebagai salah satu tempat pemakaman jenazah korban Covid-19. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Satuan Pelaksana Tempat Pemakaman Umum atau TPU Tegal Alur Wawin Wahyudi mengatakan lahan pemakaman masih cukup untk menampung penguburan jenazah Covid-19 hingga tahun depan.

    "Ketersediaan lahan di Tegal Alur masih mencukupi meski telah terjadi peningkatan jumlah jenazah yang masuk saat ini," kata Wawin saat dihubungi, Selasa, 29 Desember 2020.

    Baca Juga: Penuh, DKI Izinkan Jenazah Covid-19 Dimakamkan di Luar TPU Khusus

    Sejak sepekan terakhir, kata dia, jenazah yang masuk dengan protokol Covid-19 meningkat menjadi sekitar 40-50 jenazah per hari. Petugas pun menyiasati lonjakan jenazah yang masuk dengan membagi 70 petugas ke dalam beberapa jadwal. "Mereka sekarang harus bekerja lebih keras dan kami harus atur jadwal dengan baik agar tidak kelelahan," ujarnya.

    Petugas pemakaman, kata dia, kini bisa memakamkan jenazah Covid-19 hingga pukul 22.00. Jika ada jenazah yang mau diantar lewat jam 22.00, kata dia, Dinas Pertamanan akan meminta agar almarhum dikirim esok paginya. "Petugas membutuhkan waktu istirahat juga.

    Wawin mengatakan lonjakan jenazah yang masuk sepekan terakhir tergolong tinggi. Sebab, lonjakan sepekan terakhir ini telah melampaui rekor pemakaman setelah TPU Pondok Rangon penuh dan tidak lagi menerima jenazah dengan protokol Covid-19.

    Saat Pondok Rangon tidak terima jenazah Covid-19 sejak 13 November 2020 lalu, kata dia, Tegak Alur bisa menerima 25-35 jenazah. "Tapi sepekan terakhir lonjakannya cukup tinggi di luar perkiraan kami. Bahkan Senin kemarin terjadi rekor dalam sehari ada 52 jenazah yang masuk dengan pemakaman protokol Covid-19."

    Ia berharap masyarakat bisa meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan, untuk mencegah penularan Covid-19. Sebabnya, kata dia, jumlah pemakaman terus meningkat, bukannya menurun. "Kami berharapnya menurun, tapi saat ini meningkat."

    Peningkatan jumlah jenazah yang masuk, kata dia, telah diantisipasi Pemerintah DKI dengan menambah luas lahan pemakaman. "Sejauh ini lahan sudah ditambah dan siap untuk menampung jenazah. Tapi ini sesuatu yang kami tidak inginkan untuk terus menambah lahan."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.