BPTJ Siapkan 5 Rute Bus Menuju Kawasan Puncak Bogor

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas gabungan melakukan pengcekan hasil rapid test antigen pengendara yang akan menuju Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Desember 2020. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan yang akan memasuki kawasan puncak untuk menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Bagi wisatawan yang tak bisa menunjukkan diharuskan menjalani rapid test antigen di posko yang telah disediakan atau memutar balikkan kendaraannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Petugas gabungan melakukan pengcekan hasil rapid test antigen pengendara yang akan menuju Puncak di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat, 25 Desember 2020. Pemerintah Kabupaten Bogor mewajibkan wisatawan yang akan memasuki kawasan puncak untuk menunjukkan hasil negatif rapid test antigen sebagai antisipasi penularan Covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru. Bagi wisatawan yang tak bisa menunjukkan diharuskan menjalani rapid test antigen di posko yang telah disediakan atau memutar balikkan kendaraannya. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menyiapkan rencana jangka pendek, menengah, dan panjang guna meminimalisasi kemacetan di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

    Kepala BPTJ Polana B. Pramesti mengatakan, rencana jangka pendek berupa subsidi pembelian pelayanan atau buy the service (BTS).

    "Ketersediaan anggaran sudah siap di 2021," kata dia dalam diskusi virtual, Selasa, 29 Desember 2020.

    Menurut Polana, penyaluran subsidi diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 9 Tahun 2020 tentang Pemberian Subsidi Angkutan Penumpang Umum Perkotaan. Pemerintah melalui BPTJ bakal menyubsidi 100 persen biaya operasional kendaraan (BOK) agar standar pelayanan minimal terlaksana.

    Subsidi ini memerlukan anggaran Rp 75 miliar. BPTJ telah memetakan lima rute bus cakupan subsidi BTS yang ditargetkan beroperasi pukul 05.00-21.00 WIB.

    Pertama, Terminal Baranangsiang-Tol Ciawi- Simpang Gadog-Rest Area Gunung Mas sepanjang 27,19 kilometer. Kedua, Stasiun Bogor-Kebun Raya Bogor-Jalan Tol Ciawi-Simpang Gadog-R.A. Gunung Mas dengan panjang 29,67 kilometer.

    Ketiga, Pasar atau Simpang Ciawi-Simpang Gadog-R.A. Gunung Mas sepanjang 17,79 kilometer. Keempat, Terminal Bubulak-Jalan Tol Sentul Selatan-Jalan Tol Jagorawi-Simpang Gadog-R. A. Gunung Mas sepanjang 39,04 kilometer. Kelima, Cibubur (Harjamukti atau Cibubur Junction)-Tol Jagorawi-Simpang Gadog-R.A. Gunung Mas sepanjang 50, 37 kilometer.

    "Lima rute dulu, mudah-mudahan bisa mengurangi macet di jalur Puncak," ucap dia.

    Polana melanjutkan, subsidi BTS perlu dilengkapi dengan fasilitas pendukung dan meningkatkan kinerja lalu lintas. Untuk itu, BPTJ berencana membangun 23 halte di 12 titik dan tiga jembatan penyeberangan orang (JPO).

    Untuk rencana jangka menengah, BPTJ bakal melanjutkan program subsidi BTS dengan skema multiyears apabila berhasil mengurangi kemacetan 15-30 persen. Selain itu, BPTJ mengembangkan jalur alternatif menuju Puncak dan penyediaan park and ride di Cibanon dan Sentul.

    Sementara rencana jangka panjangnya adalah melanjutkan pengembangan park and ride dan membangun transportasi umum massal berbasis rel, seperti light rail transit (LRT) atau lainnya.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berjemur dan Dampak Positifnya Bagi Mata

    Mata merupakan jendela dunia. Penggunaan gawai yang berlebihan bisa berbahaya. Oleh karena itu kita harus merawatnya dengan memperhatikan banyak hal.