Harga Tahu Tempe Naik 20 Persen Mulai Besok, Produsen: Kami Mohon Maaf

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menuang sari pati kedelai di sentra industri tahu Cibuntu, Bandung, Jawa Barat, 3 Januari 2021. Harga kedelai pasca mogok produksi masih tetap tinggi di kisaran Rp 9.100 per kilogram. TEMPO/Prima Mulia

    Pekerja menuang sari pati kedelai di sentra industri tahu Cibuntu, Bandung, Jawa Barat, 3 Januari 2021. Harga kedelai pasca mogok produksi masih tetap tinggi di kisaran Rp 9.100 per kilogram. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga tahu tempe di pasaran dipastikan naik per Senin, 14 Januari 2020 menyusul kenaikan harga kedelai. Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), Aip Syarifudin mengatakan para pengusaha diberi kekebasan untuk menentukan kenaikan harga sesuai willayah masing-masing.

    "Rata-rata naik sebesar 20 persen. Mulai besok tahu dan tempe sudah harga baru," kata Aip kepada Tempo, Ahad, 3 Januari 2020.

    Aip mencontohkan, jika biasanya harga tempe sekitar Rp 11-12 ribu per kilogram, maka dengan harga baru esok hari mencapai Rp 15 ribu. Keputusan kenaikan harga ini diperlukan untuk menutup ongkos produksi.

    "Kepada masyarakat, kami mohon maaf. Tolong, kami minta pengertiannya. Kami juga tidak mencari kaya."

    Aip mengatakan baru akan bertemu dengan Kementerian Perdagangan pada pekan depan untuk membahas solusi atas masalah ini. Produsen juga tidak akan meminta subsidi dalam bentuk uang, mengingat besarnya pengeluaran pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19 pada saat ini.

    "Kami akan minta subsidi dalam bentuk yang lain, tapi itu juga saya belum tahu."

    Pada 1-3 Januari 2021, produsen tahu dan tempe di DKI Jakarta dan Jawa Barat mogok produksi karena kenaikan harga bahan baku kedelai dari Rp 7.200 menjadi Rp 9.200 per kilogram.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tarik Ulur Vaksin Nusantara Antara DPR dan BPOM

    Pada Rabu, 14 April 2020, sejumlah anggota DPR disuntik Vaksin Nusantara besutan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto