Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Wagub DKI: Tetap Belajar dari Rumah

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza  Patria bersama Wakil Ketua DPRD M Taufik saat memberikan keterangan usai rapat paripurna di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 Desember 2020. Tempo/Adam Prireza

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bersama Wakil Ketua DPRD M Taufik saat memberikan keterangan usai rapat paripurna di Gedung DPRD, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Rabu, 23 Desember 2020. Tempo/Adam Prireza

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubenur atau Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan Pemerintah DKI akan tetap menerapkan sistem belajar online pada semester genap tahun ini.

    "Sekali lagi Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta tetap memberlakukan pembelajaran dari rumah untuk seluruh sekolah di provinsi DKI Jakarta pada semester genap tahun ajaran 2020-2021," kata Riza melalui akun instagramnya @bangariza, Senin, 4 Januari 2021.

    Riza mengatakan pemerintah tidak bisa gegabah membuka sekolah tatap muka tahun ini karena kasus penularan Covid-19 masih tinggi di Ibu Kota. "Kami harus berhati-hati dan tidak boleh gegabah, prioritas kami tetap, yaitu keselamatan dan kesehatan seluruh warga Jakarta."

    Pemerintah DKI, kata Riza, sangat menghormati kesempatan dari pemerintah pusat untuk daerah memulai menggelar pembelajaran tatap muka. Namun, kata dia, kasus Covid-19 belum menunjukkan adanya perbaikan.

    Pemerintah, kata dia, juga telah mengambil pembelajaran dari negara lain yang membuka sekolah saat pandemi berakhir dengan timbulnya klaster pendidikan atau sekolah.

    "Kami berkewajiban menjaga keamanan dan kesehatan anak-anak kita. Para pendidik dan peserta didik, tenaga pendidikan, termasuk juga para wali murid dan keluarga dari guru-guru di sekolah," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.