Dinas KPKP DKI: Harga Tahu Tempe di Jakarta Naik 20 Persen

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sejumlah pekerja saat membuat tahu dan tempe di pabrik tahu rumahan di Jakarta, 10 Juni 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Suasana sejumlah pekerja saat membuat tahu dan tempe di pabrik tahu rumahan di Jakarta, 10 Juni 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta mengatakan kenaikan harga tahu tempe mencapai 20 persen dari harga normal.

    Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas KPKP Suharini Eliawati kenaikan harga itu diketahui berdasarkan pemantauan pada Senin, 4 Januari 2021 oleh pihaknya. “Tahu tempe sudah ada di pasar dengan penyesuaian harga,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 5 Januari 2021. 

    Pada 1-3 Januari 2021 Dinas KPKP juga melakukan pemantauan di sejumlah pasar tradisional dan swalayan di Ibu Kota. Stok tahu dan tempe kosong sebagai dampak produsen dua bahan pangan tersebut berhenti beroperasi karena kenaikan harga kedelai.

    Setidaknya ada 5.000 pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM di DKI Jakarta menghentikan proses produksi tahu dan tempe selama 3 hari.

    Pemogokan itu dipicu kenaikan harga kedelai impor dari Rp 7 ribu menjadi Rp 9.200-9.500. Harga kedelai dunia naik setelah Cina meningkatkan kuota impornya sebesar 60 persen. “Tanggal 4 Januari 2021 para pengrajin tahu tempe sudah berproduksi dan sudah ada di pasaran,” tutur Suharini. 

    Menurut Suharini, pemerintah akan menonjolkan kedelai lokal yang saat ini baru mencukupi 30 persen dari total kebutuhan. Langkah itu diambil sebagai antisipasi kebutuhan kedelai impor yang harganya meroket. 

    Baca juga: Kenaikan Harga Tahu dan Tempe di Jakarta Selatan, Tertinggi di Pasar Mayestik

    Ketua Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Aip Syarifudin sebelumnya mengatakan selama ini, sebagian besar dari kebutuhan kedelai Indonesia memang dipenuhi dari impor. Para perajin tahu tempe bukannya tidak ingin membeli kedelai lokal. Tapi masalahnya, harga kedelai lokal belum kompetitif.

     


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.