Polda Metro Jaya Kembali Periksa Korlap Aksi 1812 Hari Ini

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa saat mengikuti aksi 1812 di Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta memukul mundur massa yang menolak dibubarkan guna menghindari kerumunan. Sebanyak 5.000 personel gabungan mengawal dan mengamankan unjuk rasa 1812 di kawasan MH Thamrin. Dalam aksi tersebut ada tiga tuntutan diserukan yakni meminta kasus penembakan enam anggota laskar FPI diusut tuntas, mendesak agar Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat, dan setop diskriminasi hukum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Massa saat mengikuti aksi 1812 di Jl MH Thamrin, Jakarta, Jumat, 18 Desember 2020. Petugas gabungan dari unsur TNI-Polri dan Pemprov DKI Jakarta memukul mundur massa yang menolak dibubarkan guna menghindari kerumunan. Sebanyak 5.000 personel gabungan mengawal dan mengamankan unjuk rasa 1812 di kawasan MH Thamrin. Dalam aksi tersebut ada tiga tuntutan diserukan yakni meminta kasus penembakan enam anggota laskar FPI diusut tuntas, mendesak agar Imam Besar FPI Muhammad Rizieq Shihab dibebaskan tanpa syarat, dan setop diskriminasi hukum. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Koordinator Lapangan atau korlap aksi  1812, yakni Rijal Kobar dan Asep Syaripudin kembali dipanggil Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan pada hari ini, Rabu, 6 Januari 2021. Kemarin, keduanya juga telah menjalani pemeriksaan.

    "Kami lakukan pemeriksaan tambahan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus di kantornya, Rabu, 6 Januari 2021. Rijal dan Asep diperiksa penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya sejak pukul 13.00. Hingga sore ini, pemeriksaan masih berlanjut.

    "Sementara itu, kita sedang menjadwalkan untuk memeriksa beberapa saksi ahli. Ada saksi pidana dan saksi-saksi yang lain," kata Yusri.

    Aksi 1812 dilakukan pada 18 Desember 2020 untuk menuntut pembebasan Rizieq Shihab yang ditangkap dalam kasus kerumunan. Demonstrasi dibubarkan polisi lantaran tidak mengantongi izin keramaian dan melanggar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Polisi menangkap 455 orang dalam unjuk rasa itu.

    Setelah diperiksa, sebagian besar peserta aksi 1812 dipulangkan. Polisi menahan tujuh orang dan menetapkan mereka sebagai tersangka kasus kepemilikan senjata tajam dan ganja.


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aman dan Nyaman Liburan Lebaran Idul Fitri 1442 H

    Ada sejumlah protokol kesehatan yang sebaiknya Anda terapkan kala libur lebaran 2021. Termasuk saat Salat Idul Fitri 1442H