Kebakaran Lapak Barang Bekas di Bekasi, 3 Orang Tewas

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Ilustrasi kebakaran. Dok. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, JakartaKebakaran terjadi di lapak barang bekas dan pembuatan kusen di Jalan Chairul Bariah RT 01 RW 03, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Rabu, 6 Januari 2021. Tiga orang tewas dalam peristiwa tersebut, sementara dua lainnya luka bakar serius.

    Polisi mengidentifikasi, ketiga korban tewas masing-masing Farihin, 33 tahun (pekerja di sana), seorang balita bernama Bilal, dan Laila yang merupakan anak pemilik lapak. Adapun korban luka serius masing-masing pemilik lapak, Yata, 50 tahun dan istrinya, Kama, 45 tahun.

    Juru bicara Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Erna Ruswing Andari mengatakan peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh Tono. Pria 50 tahun itu, awalnya melihat kabel listrik dalam kondisi terbakar dan membesar, tak lama kemudian terdengar suara ledakan.

    "Akibat percikan api menyambar penyimpanan bahan- bahan yang mudah terbakar," kata Erna di Bekasi, Rabu, 6 Januari 2021.

    Di sana, kata dia, terdapat tinner serta karbit. Akibatnya, api dengan cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain. Sementara para korban terjebak di sana. Dua orang meninggal di lokasi kejadian, sedangkan satu meninggal di rumah sakit.

    Kapolsek Bantargebang Komisaris Alam Nur mengatakan, hasil penyelidikan sementara dugaan penyebab kebakaran berasal dari hubungan arus pendek. Percikan itu menjalar ke bahan mudah terbakar sehingga menyambar seluruh bangunan.

    "Api menyambar bahan karbit yang berada di dalam drum hingga menimbulkan ledakan, sehingga menyambar dan merobohkan bangunan," kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.