Sidang Praperadilan, Kubu Rizieq Shihab Keberatan dengan BAP Polisi

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah dan Muhammad Kamil Pasha di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    Kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah dan Muhammad Kamil Pasha di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2021. Tempo/M Yusuf Manurung

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim kuasa hukum Rizieq Shihab mengungkap keberatan atas pembuktian yang disampaikan oleh kepolisian dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu, 6 Januari 2021. Mereka keberatan lantaran berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuktikan polisi kepada hakim tidak lengkap.

    "Yang dibuktikan halaman depan dengan halaman terakhir, yang di tengah-tengahnya tidak diikutsertakan. Alasan mereka BAP tentang pembuktian. Jadi kami keberatan," ujar kuasa hukum Rizieq Shihab, Alamsyah Hanafiah di lokasi.

    Selain itu, Alamsyah juga protes tentang adanya dokumen dari Puskesmas yang diserahkan polisi. Dokumen lain yang dianggap janggal adalah pendapat dari epidemiolog.

    "Tidak jelas produk dari mana dan tidak ada yang bertanda tangan," kata Alamsyah.

    Hakim tunggal yang memeriksa dan mengadili perkara ini, Akhmad Sahyuti sempat menskors sidang karena protes ini. Polisi diminta untuk melengkapi sejumlah berkas.

    Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Hengky selaku kuasa hukum dari termohon gugatan praperadilan ini mengaku tidak masalah dengan keberatan yang disampaikan kubu Rizieq Shihab. Dia mengatakan, timnya akan memperbaiki dan melengkapi lampiran-lampiran yang diperlukan.

    "Ada juga yang harus dilengkapi, ada juga yang masalah penomorannya," kata Hengky.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.