Anggota DPRD Ini Dukung Kota Bogor Tunda Pelaksanaan Belajar Tatap Muka

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 06 Lapai, Padang, Sumatera Barat, Senin, 4 Januari 2021. Pemkot Padang membuka sekolah untuk belajar tatap muka dan wajib mengikuti protokol kesehatan COVID-19 dengan jumlah isi kelas hanya 50 persen, sebagian belajar daring di rumah. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar tatap muka hari pertama, di SDN 06 Lapai, Padang, Sumatera Barat, Senin, 4 Januari 2021. Pemkot Padang membuka sekolah untuk belajar tatap muka dan wajib mengikuti protokol kesehatan COVID-19 dengan jumlah isi kelas hanya 50 persen, sebagian belajar daring di rumah. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Bogor -Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Devi Prihatini Sultani menilai keputusan pemerintah kota setempat menunda pembelajaran tatap muka (PTM) atau belajar tatap muka di sekolah sampai situasi pandemi Covid-19 terkendali adalah langkah tepat.

    "Sebelumnya, DPRD Kota Bogor melalui Pansus Penanganan Dampak COVID-19 telah mengusulkan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk menunda pelaksanaan PTM," kata Devi Prihatini Sultani melalui telepon selulernya di Kota Bogor, Rabu 6 Januari 2021.

    Menurut Devi Prihatini, Kota Bogor saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19, bahkan penyebarannya terus meningkat.

    Baca juga: Dinas Pendidikan DKI Siapkan Sistem Belajar Campuran, Apa Itu?

    Berdasarkan data harian penanganan Covid-19 di Dinas Kesehatan, sampai Rabu kemarin sebanyak 5.844 kasus positif Covid-19. Dari jumlah tersebut, sebanyak 136 kasus telah meninggal dunia dan 1.035 kasus positif masih sakit.

    "PNS di Dinas Pendidikan, termasuk guru, juga banyak yang terpapar Covid-19 sehingga keputusan Pemkot Bogor menunda belajar tatap muka adalah langkah tepat," katanya.

    Politikus Partai NasDem ini mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar dengan pola pembelajaran jarak jauh (PJJ) agar diteruskan untuk melindungi murid dan guru dari kemungkinan terpapar Covid-19.

    "Pada pelaksanaan PJJ ini agar dilakukan inovasi baru untuk menumbuhkan kreativitas murid," katanya.

    Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa pihaknya memutuskan menunda pelaksanaan PTM di sekolah sampai situasi pandemi Covid-19 aman dan terkendali.

    Keputusan penundaan pelaksanaan PTM tersebut diambil setelah Wali Kota melakukan rapat dengan dinas pendidikan, kantor agama, dan Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat di Balai Kota Bogor, Selasa lalu.

    Menurut Bima Arya, ada tiga faktor utama yang menentukan untuk dapat melaksanakan PTM di sekolah. Pertama, kesiapan protokol kesehatan di setiap sekolah. Akan tetapi, realitasnya sebagian besar sekolah di kota ini belum siap.

    Kedua, ada persetujuan dari komite sekolah serta dari masing-masing orang tua murid. Ketiga, situasi pandemi Covid-19 di Kota Bogor sudah aman dan terkendali. Realitasnya, secara umum penyebaran Covid-19 di Kota Bogor trennya terus meningkat.

    "Dari hasil survei dan kajian, ketiga faktor tersebut belum terpenuhi sehingga diputuskan belum bisa melaksanakan PTM di sekolah saat ini. Pelaksanaan PTM ditunda," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Syarat Perjalanan dalam 4 Aturan Baru Mobilitas Masyarakat dari Kemenhub

    Kemenhub menerbitkan 4 Surat Edaran tentang perjalanan orang dalam negeri. Aturan yang mulai berlaku 21 Oktober 2021 menjelaskan berbagai syarat.