RSD Wisma Atlet Rawat 4.069 Pasien Covid-19, Bertambah 108 Kasus

Reporter:
Editor:

Dwi Arjanto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 27 Desember 2020. Penyidik dari Polda Metro Jaya telah menemukan unsur pidana dalam perbuatan cabul keduanya di Wisma Atlet yang disebarkan melalui Internet. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Ahad, 27 Desember 2020. Penyidik dari Polda Metro Jaya telah menemukan unsur pidana dalam perbuatan cabul keduanya di Wisma Atlet yang disebarkan melalui Internet. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta -Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet menyatakan masih merawat 4 069 pasien Covid-19 pada Kamis, 7 Januari 2020.

    Ribuan pasien yang mengalami gejala ringan hingga sedang itu dirawat di Tower 4, 5, 6, dan 7 Wisma Atlet.

    Juru bicara RSD Wisma Atlet Aris Mudian mengatakan jumlah yang dirawat hari ini dilaporkan ada penambahan 108 pasien. "Semula jumlah pasien yang dirawat sebanyak 3.961 orang," kata Aris melalui keterangan tertulisnya, hari ini.

    Baca juga : Lapor Covid-19: Perbaiki Komunikasi dan Transportasi Penanganan Pasien Covid-19

    Ia menuturkan pasien yang menjalani rawat inap sejak 23 Maret hingga hari ini mencapai 42.935 orang. Adapun jumlah pasien yang telah keluar dari perawatan di RSD Wisma Atlet sebanyak 38.866 orang.

    Pasien yang keluar karena dinyatakan sembuh sebanyak 38.289 orang dan dirujuk ke rumah sakit lain 559 orang. "Yang meninggal telah mencapai 18 orang."

    Adapun Rabu kemarin, kasus Covid-19 di DKI Jakarta kembali memecahkan rekor tertinggi angka harian yaitu 2.402 orang terpapar virus Corona. Secara total, sampai saat ini telah ditemukan 195.301 kasus konfirmasi positif Covid-19 di Jakarta.

    Dari jumlah tersebut, pasien yang telah sembuh sebanyak 175.441 orang dengan tingkat kesembuhan 89,8 persen dan 3.410 orang lainnya meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,7 persen.

    Persentase kasus positif Covid-19 alias positivity rate di Ibu Kota juga meningkat. Selama sepekan ke belakang Pemprov DKI mencatat positivity rate sebesar 13,9 persen, sementara secara total 8,9 persen.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Alasan Pemerintah Di Balik Harga Tes PCR Di Bandara

    Sejumlah alasan membuat pemerintah kembali menurunkan harga RT - PCR. Tempo mengumpulkan sejumlah fakta di balik naik-turun harga tes itu.