Rumah Sakit Covid-19 Kritis, DPRD DKI Sarankan Minta Bantuan Negara Tetangga

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    Ilustrasi gedung DPRD DKI Jakarta. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua komisi bidang pemerintahan DPRD DKI Jakarta Mujiyono menyambut baik rencana pemerintah kembali memperketat pembatasan sosial berskala besar atau PSBB mulai 11 hingga 25 Januari mendatang. Menurut dia, pengetatan diperlukan karena rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota, berpotensi kolaps dalam waktu dekat.

    "Pengetatan kebijakan yang sangat tepat untuk menekan penularan Covid-19 yang sudah meluas," kata Mujiyono saat dihubungi, Kamis, 7 Januari 2021. Saat ini tingkat keterisian rumah sakit rujukan di Ibu Kota sudah mencapai 87 persen.

    Dalam jangka pendek, kata dia, pemerintah mesti sudah menyiapkan penambahan kapasitas rumah sakit rujukan beserta sumber daya manusianya untuk merawat pasien Covid-19 yang melonjak cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir.

    Menurut politikus Demokrat itu, pemerintah perlu memikirkan untuk memobilisasi sementara tenaga kesehatan dari daerah-daerah dengan tingkat penularan yang rendah. "Atau minta dukungan tenaga kesehatan dari negara sahabat yang sudah dapat mengendalikan pandemi Covid-19."

    Lokasi isolasi mandiri perlu diperbanyak secara signifikan dengan memanfaatkan hotel, wisma, dan tempat penginapan lainnya. "Lakukan perbaikan penelusuran kontak dengan mengatasi kendala di lapangan terkait kurangnya tenaga dan resistensi dari masyarakat.

    Yang tidak kalah penting, kata dia, adalah membangun sensitifitas krisis terhadap warga bahwa pandemi corona ini memang belum bisa dikendalikan. Ia melihat saat ini ada kecenderungan masyarakat menjadi abai menerapkan protokol kesehatan setelah adanya rencana program vaksinasi dari pemerintah.

    Pengumuman perkembangan kasus-kasus baru dan hal lain seperti yang dilakukan pada saat awal pandemi perlu dilakukan kembali sehingga kewaspadaan dan kesadaran masyarakat dapat ditingkatkan."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ramai Tagar #PercumaLaporPolisi

    Kepolisian RI tengah dibanjiri kritik dari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, hingga ada tagar #PercumaLaporPolisi.