ARSSI Sarankan DKI Percepat Penambahan Rumah Sakit Rujukan Covid-19

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis merapihkan peralatan ruang bersalin

    Petugas medis merapihkan peralatan ruang bersalin "Taman Cinta" khusus pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis, 7 Januari 2021. Hingga saat ruangan tersebut telah difungsikan menangani lima pasien bersalin. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Iing Ichsan Hanafi menyarankan Pemprov DKI Jakarta mempercepat penambahan ruang perawatan intensif pasien Covid-19.

    Penambahan tempat tidur isolasi dan ICU mesti segera ditambah karena tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Ibu Kota telah mencapai 95 persen atau memasuki fase kritis. "Kami mengharapkan langkah pertama rumah sakit sekarang menambah lagi isolasi dan ICU," kata Iing saat dihubungi, Jumat, 8 Januari 2021.

    ARSSI juga menyarankan pemerintah kembali menambah RS rujukan Covid-19 baik milik pemerintah maupun swasta. Penambahan rumah sakit tersebut bakal membantu tenaga medis yang sudah kewalahan menangani pasien Covid-19.

    "Penambahan tempat tidur dan rumah sakit ini sebenarnya juga untuk menghindari kelelahan tenaga kesehatan. Kalau ada penambahan rumah sakit tenaganya jadi bisa terdistribusi," ucapnya.

    Baca juga: ARSSI: Pasien Covid-19 yang Datang ke Rumah Sakit Rujukan Masuk Gejala Berat

    Pada saat ini di Jakarta terdapat 101 rumah sakit rujukan Covid-19 baik punya pemerintah maupun swasta. Rumah sakit rujukan tersebut mempunyai 7.300 tempat tidur isolasi dan 958 tempat tidur isolasi. "Sekarang tersisa cuma 5 persen. Kami mendorong segera ditambah."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?