RS Rujukan Covid-19 di Jakarta Kritis, Wagub DKI: Penularan Virus Lebih Cepat

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis bersiap melakukan tes usap Covid-19 secara drive thru di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada perpanjangan PSBB Transisi kali ini, Pemprov DKI Jakarta fokus menekan penambahan kasus yang salah satunya disebabkan oleh masa libur Natal dan Tahun Baru 2021. ANTARA/Wahyu Putro A

    Petugas medis bersiap melakukan tes usap Covid-19 secara drive thru di Genomik Solidaritas Indonesia Laboratorium, Cilandak, Jakarta, Senin, 4 Januari 2021. Pada perpanjangan PSBB Transisi kali ini, Pemprov DKI Jakarta fokus menekan penambahan kasus yang salah satunya disebabkan oleh masa libur Natal dan Tahun Baru 2021. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyatakan kapasitas tempat tidur isolasi dan ruang perawatan intensif (ICU) pasien Covid-19 di Jakarta akan segera ditambah. Pada saat ini tingkat keterisian tempat tidur isolasi di RS rujukan Covid-19 telah mencapai 85 persen dan ICU 80 persen.

    "Kami akan kerja keras meningkatkan berbagai fasilitas," kata Riza kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat, 8 Januari 2021.

    Wagub DKI mengatakan Pemprov DKI Jakarta mesti kerja lebih keras menangani wabah ini. "Kecepatan penularan virus lebih cepat daripada kita membuat masker, apalagi menyiapkan tenaga kesehatan, apalagi membuat ruang ICU. Apalagi membangun rumah sakit," kata Riza Patria.

    Politikus Gerindra itu mengajak warga Jakarta meningkatkan penerapan protokol kesehatan 3M, yakni #memakai masker, #menjaga jarak dan #mencuci tangan dengan sabun.

    Riza berujar jangan sampai warga Jakarta menyesal jika sampai keluarga atau dirinya tertular Covid-19. "Jangan sampai anak istri, orangtua, atau kita sendiri mohon maaf, terpapar atau bahkan meninggal baru kita sadar bahwa pentingnya melaksanakan protokol kesehatan," ujarnya.

    Sekretaris Jenderal Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARRSI) Iing Ichsan Hanafi menyarankan pemerintah mempercepat penambahan tempat tidur isolasi dan ruang perawatan intensif pasien Covid-19 di DKI Jakarta.

    Penambahan tempat tidur isolasi dan ICU mesti segera ditambah karena tingkat keterisian RS rujukan Covid-19 di Ibu Kota telah mencapai 95 persen atau memasuki fase kritis. "Kami mengharapkan langkah pertama rumah sakit sekarang menambah lagi isolasi dan ICU," kata Iing saat dihubungi, Jumat, 8 Januari 2021.

    Baca juga: ARSSI: Rumah Sakit Rujukan Covid-19 di Jabodetabek Terisi 95 Persen

    Selain itu, Iing menyarankan pemerintah kembali menambah RS rujukan Covid-19. Penambahan rumah sakit tersebut, kata dia, bakal membantu tenaga medis di satu rumah sakit yang sudah kewalahan menangani pasien Covid-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.