Klaster Keluarga Bermunculan Usai Libur Akhir Tahun, Tersebar di 33 Kecamatan

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    Ilustrasi swab test atau tes usap Covid-19. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyatakan klaster keluarga penularan Covid-19 usai libur panjang akhir tahun mulai terlihat di Ibu Kota.

    Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan, klaster keluarga telah terlihat di 33 dari 44 kecamatan yang ada di DKI.

    "Sebanyak 33 dari 44 kecamatan di DKI Jakarta sudah melaporkan adanya klaster keluarga pascalibur Natal dan Tahun Baru," kata Dwi melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 8 Januari 2021.

    Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes pada 3 hingga 8 Januari, untuk klaster keluarga pascalibur Nataru terdapat 111 klaster keluarga baru di DKI. Klaster tersebut teridentifikasi setelah mereka beraktivitas di luar Jakarta.

    "Dari 111 klaster keluarga menyumbang 351 kasus positif teridentifikasi," ujarnya.

    Adapun puncak penambahan kasus efek libur akhir tahun atau efek langsung / generasi pertama diprediksi 14 hari sesudah libur, yakni pada 17 Januari - 31 Januari 2021. Untuk itu, perlu diwaspadai adanya peningkatan pada klaster keluarga.

    Dwi mengimbau agar masyarakat terus meningkatkan perilaku 3M dan menghindari kerumunan. "Selain itu, perlu juga mengingatkan sesama agar selalu menerapkan protokol kesehatan."


     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.