Pemakaman Jenazah Covid-19 di Tangsel, Pengurus TPU Jombang: Desember Meledak

Reporter:
Editor:

Juli Hantoro

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga tengah berziarah dipemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Jombang, di Tangerang Selatan, Banten 25 Mei 2020. Untuk melakukan ziarah kubur pada masa pandemi Covid-19, TPU Jombang menerapkan aturan saat berziarah dengan mengenakan masker, cuci tangan saat keluar masuk pemakaman serta dibatasi maksimal 5 orang dan dibatasi waktunya 10 menit bergantian dengan peziarah lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    Warga tengah berziarah dipemakaman dengan protokol Covid-19 di TPU Jombang, di Tangerang Selatan, Banten 25 Mei 2020. Untuk melakukan ziarah kubur pada masa pandemi Covid-19, TPU Jombang menerapkan aturan saat berziarah dengan mengenakan masker, cuci tangan saat keluar masuk pemakaman serta dibatasi maksimal 5 orang dan dibatasi waktunya 10 menit bergantian dengan peziarah lainnya. TEMPO/Nurdiansah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan pertama 2021, Tempat Pemakaman Umum atau TPU Jombang, Jalan Rawa Lele, Ciputat, Tangerang Selatan telah memakamkan 38 jenazah Covid-19.

    "Dari tanggal 1 Januari 2021 sampai saat ini sudah 38 jenazah yang dimakamkan, kemudian untuk blok atas bagi jenazah Covid-19 sudah penuh jadi hari ini kita sudah mulai untuk memakai blok yang baru," kata pengurus TPU Jombang Tambroni, Jumat 8 Januari 2021.

    Menurut Tabroni, blok lama yang saat ini digunakan untuk memakamkan pasien Covid-19 sudah sangat penuh, total pasien Covid-19 yang sudah dimakamkan di blok lama sampai saat ini mencapai 494 jenazah.

    "Untuk rata- rata perhari pasien Covid-19 yang meninggal dan dimakamkan di sini sebanyak enam sampai tujuh jenazah baik warga Tangsel dan non Tangsel tapi tinggal di Tangsel," ujarnya.

    Tabroni juga mengatakan bahwa sejak awal pandemi Covid-19 ini, bulan Desember 2020 menjadi yang terbanyak memakamkan jenazah Covid-19.

    "Bulan ini kami memakamkan 117 jenazah, untuk di Desember itu meledak, untuk itu masyarakat harus lebih disiplin lagi karena kalau tidak disiplin malah makin bertambah," ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kenali Varian Covid-19 AY.4.2 Delta Plus yang Bisa Memicu Gelombang Ketiga

    Menteri Kesehatan memberi isyarat bahaya gelombang ketiga yang disebabkan varian Delta Plus. Walau pun masih dalam batas aman, publik diharap waspada.